Retrouvailles

Jemariku mengetik keyboard dengan lembut di saat neuron otakku merangkai kata. Duduk aku di sini, mencoba berdamai dengan aksara. Aku heran karena biasanya aku berjalan beriringan dengan mereka. Tapi ternyata ketika tentangmu, banyak hal yang tak masuk dalam logika. September. Masih terekam jelas irama suaramu menyampaikan sukacita akan datangnya bulan ini. Bulan yang penuh cinta, […]

Lima, Bagian Kedua

“Manusia bukanlah raga yang dilengkapi dengan jiwa, melainkan jiwa yang dilengkapi dengan raga.” – unknown Kutatap matanya, tajam. Badanku bergetar, nafasku naik turun. Tangannya menggenggam erat tanganku. Jarak tubuhnya hanya beberapa millimeter dari tubuhku. Bau itu, bau khas yang selama ini tersimpan mengendap dalam memoriku. Punggungku menempel keras di dinding, mencoba mencari perlindungan di sana. […]

Memintal Kata dalam Diam

Karya: @harrykajoddy dalam http://fallicious.tumblr.com/ Minggu sore, saat yang paling nikmat untuk melepas penat. Bersantai bersama buku-buku dan panasnya coklat, ku tengarai menjadi penyebab aku tak keluar kamar sepanjang hujan lebat. Mataku masih terpaku pada sejumlah kalimat-kalimat, yang mengantarkan pada himpunan imajinasi yang saling bekelebat. Rasanya hujan berbicara bersama ku dalam diam. Ketika tak ada satupun […]

Permainan Kata…Pertama.

Berikut adalah permainan kata yang ga sengaja terbentuk antara dua anak manusia pecinta kata, aku dan sahabatku @harrykajoddy. Sebelumnya aku pernah menulis tulisan bersama kayak gini tentang “cerita hujan” yang dituliskan lima orang bersama-sama. Dan soal si Joddy, aku pikir ga perlu lagi lah yah ngenalin dia sama kalian, karena seingatku aku udah mention namanya […]

Kelas Malam

Terdiam nalarku tak mampu mencerna. Ini berbeda, pikirku. Sekian lama aku menjadi pecinta, tak pernah seperti ini rasanya. Kupandangi wajahnya. Dia tampak begitu sempurna meski hanya dalam balutan sehelai kaos oblong putih dan celana jeans belelnya. Bulu-bulu tumbuh tipis di pipinya, menambah kesan maskulin dibalik wajahnya yang manis. Kacamata bertengger gagah di batang hidungnya, semakin […]

Lima

Aku merebahkan tubuh lelahku di tempat tidur. Dengan pakaian kuliah lengkap, aku berusaha memejamkan mata. Sunyi. Hanya suara jam dinding yang menunjuk ke angka tiga yang terdengar dengan samar. Kuraih telepon genggam yang terletak di meja kecil di samping tempat tidur. Kutekan angka lima. Speed dial. Lima merupakan angka spesial bagiku. Terletak di tengah-tengah tombol […]

Ikhlas

Dia menatap mataku cukup lama. Lalu kembali memandang ke luar jendela. Kami duduk berhadapan. Remangnya cahaya lampu menambah kesan romantis di kafe ini. Samar terdengar lantunan lagu dari beberapa speaker yang mengantung di tiang-tiang. “Jadi?” Aku bertanya memecahkan jarak diantara kita. Sudah cukup lama kami terdiam. Setelah sebelumnya aku menumpahkan segala perasaanku yang pernah ada […]