Kembali…

Setelah postingan terakhir saya buat di Port Moresby, dan sempat vakum nulis beberapa lama.. akhirnya saya kembali… yeah, I am back.. kembali ke tanah air, kembali ke realita..

Sebenarnya kehidupan di Mosbi juga realita buat saya, realita banget malah.. Salah satu perjalanan hidup saya di belahan bumi pasifik selama hampir setahun. Proses yang mendidik, dengan penuh suka duka..yang bikin (jujur) saya rada kangen suasana di sana. Hehehe

Namun memang ga ada tempat yang lebih menyenangkan dibandingan tanah air kita sendiri.. Saya senang bisa pulang. Meski banyak banget penyesuaian lagi yang saya jalani di sini, yang bukan cuma saya-ga-tau kalau beberapa stasiun TV udah berubah nama, atau saya yang belum familiar sama uang kertas kita yang udah berubah gambarnya.

Saya senang bisa nemu bumbu dapur yang selama ini saya rindukan. Bayangkan, proses di Mosbi memang luar biasa.. mendidik saya buat (belajar) masak dan rindu bumbu dapur. Saya senang bisa bebas berbelanja di pasar tradisional. Saya senang bisa kembali dekat dengan realita sosial yang selama ini cuma saya baca dari internet.

Saya juga senang bebas jajan makanan apapun yang saya suka, beli tabloid di loper majalah, beli buku versi cetak yang saya pengenin, dan tentunya belanja online langsung dikirim ke tangan saya. Hihii

Di sisi lain…

Saya juga kembali dengan realita bahwa saya di sini adalah ibu rumah tangga (bukan “cuma” ya.. karena bagi saya ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang luar biasa). Yang memutuskan resign sekitar dua tahun lalu dari CPNS-nya. Suatu posisi yang sampe sekarang saya sadar banyak disesalkan banyak pihak, yang alhamdulillah bukan keluarga besar saya. Dan karena itu juga mungkin saya tetap masih bisa ketawa-ketiwi karena ga ada tekanan dari support system terbesar saya kali ya.. Coba kalau orang yang menyayangkan itu datang dari orang terdekat saya..mungkin saya udah stres sekarang.

— Oh ya nulis stres itu “s”-nya satu ya kalau pake Bahasa Indonesia. Kalau pake bahasa Inggris, “s”-nya baru dua. Jadi saya ga typo. *penting —

Kenapa saya yang awalnya cerita tentang kembali malah jadi membahas tentang resign?

Sebenarnya benang merahnya adalah…saya kembali tergelitik melihat kondisi sosial masyarakat kita. Yang sebenarnya banyak banget yang sekarang lagi agak mengusik pemikiran saya.

Tapi sudahlah, saya lagi ga mau bahas sekarang. Intinya, saya mau bilang.. kalau saya sudah kembali… dan saya bahagia… alhamdulillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s