Sebenarnya Seperti Apa Sih Papua New Guinea (Papua Nugini) Itu?

Tinggal selama delapan bulan di sini membuat saya semakin memahami bagaimana kondisi Negara Papua New Guinea (Bahasa Indonesia: Papua Nugini) atau biasa disingkat PNG. Kali ini saya akan menulis PNG dari kacamata saya plus didukung data-data yang saya dapatkan sebelumnya ya..

Letak

Papua Nugini adalah negara tetangga yang sebenarnya berbatasan langsung dengan Indonesia. Ketika saya menyebut bahwa sekarang saya tinggal di Papua Nugini, sebagian orang masih menyangka kalau saya tinggal di Papua-nya Indonesia. Jadi saya harus menjelaskan kalau sebenarnya saya itu tinggalnya di luar negeri, hehehe kalau di peta, Indonesia itu dapet kepalanya Pulau Papua, sedangkan Papua Nugini bagian ekornya. ☺️

Bagian hijau adalah wilayah Indonesia, dan bagian putih gading adalah wilayah Papua Nugini (Foto: wikipedia)

Iklim<

ondisi iklim Papua Nugini mirip sekali dengan Indonesia. Papua Nugini memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan temperatur suhu berkisar 26-34 derajat celcius. Kondisi alam yang mirip Indonesia. Papua Nugini memiliki tanah yang subur, terutama di daerah pergunungan seperti Goroka ataupun Mount Hagen; juga memiliki hasil tambang yang kaya, maupun laut yang masih belum terjamah.

foto-foto suami saya waktu dinas ke Mount Hagen (dok. Pribadi)

Perekonomian

Namun sayangnya, SDA yang kaya ini belum sepenuhnya didukung oleh SDM yang cukup. Masyarakat Papua Nugini masih membutuhkan banyak edukasi untuk mengolah hasil alam mereka. Kalau berbelanja di supermarket, sebagian besar produk yang dijual adalah produk impor. Biasanya dari Australia, Philipina, Thailand, Malaysia, ataupun Indonesia. Memang ada sebagian produk buatan lokal PNG, yang biasanya ditandai dengan tulisan “PNG made”, namun hanya sebagian kecil saja.

Hasil laut dan tanaman di PNG dijual begitu saja, biasanya tanpa melalui proses olahan. Di sini jarang sekali ditemui jajanan atau makanan olahan di pinggir jalan atau street food. Analoginya, jangan harap menemukan gerobak gorengan atau pisang goreng. Namun, kita akan cukup sering menjumpai penjual pisang mentah di lampu merah ataupun di depan pertokoan.

Kebiasaan

Masyrakat Papua Nugini masih memiliki banyak kebiasaan yang sebenarnya tergolong kurang baik. Sebagai contoh, mereka suka sekali minum bir. Pernah suatu saat, ketika saya, suami, dan anak saya sedang jalan-jalan di suatu kebun binatang, kami mendapati segerombolan pemuda yang sedang mabuk. Bayangkan, mabuk di tengah hari, di tempat umum. Ternyata katanya, masyarakat sini beberapa masih suka mabuk-mabukan. Hal itu juga yang menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kriminalitas di kota ini.

Pabrik bir terbesar di Port Moresby yang terletak di tengah kota (Foto: IG Ibu Ati @hau_bonita)

Selain itu masyarakat PNG sangat suka mengkonsumsi buah pinang, atau menyirih. Seperti nenek-nenek atau orang zaman dulu di Indonesia. Tapi kalau di sini, ga hanya dilakukan oleh orang tua saja, remaja dan anak-anak pun banyak yang sudah mulai menyirih.

Kebiasaan mengunyah buah pinang ini diiringi dengan kebiasaan membuang ludah sembarangan. Makanya kalau lagi di jalan raya, kerap terlihat orang membuang ludah melalui kaca jendela mobil. Ataupun bisa dilihat di aspal jalanan di PNG sering ditemui bercak seperti cat merah. Bercak tersebut ya bercak bekas sirih tersebut.

Larangan mengunyah buah pinang sebenarnya sudah mulai diberlakukan di PNG terutama di kota-kota besar seperti Port Moresby. Saya sering menemukan sign: “no chewing betel nut” atau “no buai”. Buai adalah bahasa lokal untuk buah pinang.

foto:
a href=”https://emeldah.com/2017/09/30/berburu-ikan-di-koki-fish-market-port-moresby/”>Berburu Ikan di Koki Fish Market Port Moresby

Selain alasan kebersihan, sebenarnya pertimbangan kesehatan tentang efek samping mengunyah buah pinang menjadi perhatian pemerintah PNG. Ludah yang dibuang sembarangan ternyata mempercepat penyebaran penyakit TBC, salah satu penyakit yang masih cukup banyak diderita penduduk di sini. Penelitian WHO terbaru menyebutkan bahwa buah pinang ternyata dikategorikan sebagai carcinogen atau zat yang bisa memproduksi sel-sel kanker. Selain itu, buah pinang juga tidak baik untuk kesehatan gigi. (Baca: How Dangerous Is Betel Nut?)

Pendidikan

ejujurnya saya tidak begitu paham dengan sistem pendidikan di sekolah di PNG. Berdasarkan info yang saya baca, jika sekolah internasional di sini, kurikulumnya mengacu pada kurikulum Australia di bawah pengawasan IEA (International Education Agency). Namun biaya sekolah di sekolah internasional terbilang sangat mahal, yaitu sekitar USD 4800-8000/ tahun.

Kalau sekolah negeri, pengalaman saya sebatas berkunjung sewaktu melakukan bakti sosial yang dilakukan sewaktu menyambut HUT DWP Ke-18 kemarin. Sekilas, sekolah yang berada di pusat ibu kota mirip dengan kondisi sekolah di perdesaan di Indonesia. Tempatnya tergolong kurang higenis, dengan jumlah murid yang terlalu banyak namun ruang kelas tergolong sempit untuk menampung para siswa. Oh ya, beberapa siswa juga tidak memakai sepatu ke sekolah, hanya bersandal.

Saya juga punya pengalaman membantu mengajar Bahasa Indonesia di salah satu sekolah swasta di Port Moresby tahun lalu. Kondisinya lebih baik daripada sekolah negeri, meski tidak sebagus sekolah internasional di sini.

Kesehatan

Untuk fasilitas kesehatan, sudah pernah saya tulisankan di tulisan saya sebelumnya (Baca: Fasilitas Kesehatan di Port Moresby). Secara garis besar, fasilitas kesehatan di sini cukup memadai, meskipun tidak bisa saya bilang sangat memadai ya dibandingkan dengan di tanah air. Adanya beberapa rumah sakit dan klinik swasta dengan tenaga kerja asing membuat sektor kesehatan di PNG menjadi semakin berkembang, dan semoga kesadaran masyarakat PNG tentang gaya hidup sehat dan bersih juga semakin membaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s