Asik, Akhirnya Saya Punya Akun di Cookpad!

Mungkin menurut sebagian orang, punya akun di Cookpad adalah hal yang biasa saja. Wong buatnya gratis, kita juga bisa copas resep dari mana-mana buat ‘menunjukkan’ kalau kita bisa memasak. 😃 Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini saya senang banget sama aplikasi ini. Telat yah hehehe

Saya adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saya diajarin memasak sedari SD. Oleh ibu saya tentu saja. Masakan pertama yang bisa saya masak adalah telur dadar, dan nasi goreng yang (saya ingat) rasanya rasa margarine semua 😅. Saya juga diajarin cara menanak nasi, menumis sayur, dan membuat pindang ikan khas Pagaralam.

Namun jangan dibayangkan kalau saya termasuk kategori bisa memasak. Tidak. Saya adalah orang yang lebih sering gagal dalam memasak ketimbang berhasil. Saya semakin tidak mau memasak. Apalagi kalau saya mencoba membuat sesuatu, orang di rumah pasti menganggap saya sedang main masak-masakan saja. Huff..

Sampai suatu ketika saya menikah. Menikah dengan seseorang yang ahli memasak. Terintimidasi? Tentu tidak. Awal-awal pernikahan saya malah selalu minta dimasakin. Pernah juga tahun lalu waktu pengantin baru,  sebelum suami berangkat kantor, nanya sama saya, “sarapannya mana?” Saya kasih roti tawar yang saya olesin selai kacang sambil senyum-senyum mesem.. 😅

Lalu kapan kesadaran saya bahwa memasak adalah salah satu basic skill dalam hidup yang sebenarnya sangat dibutuhkan? Sejak saya pindah dan tinggal di Port Moresby, dan sejak saya punya anak bayi.

Disini, seperti yang saya ceritakan dalam postingan sebelumnya, ga ada yang namanya jajanan. Apa-apa harus bikin sendiri. Saya ga mau donk kehidupan saya berakhir di masakan yang itu-itu saja plus bantuan mie instan dan roti tawar doang.

Yang kedua, kehadiran anak dan kesadaran memberikan dia makanan sehat (yang tentu saja datang dari dapur sendiri) memperkuat niat saya untuk belajar ini itu. Saya inginnya nanti kalau dia udah sekolah, sebagian besar bekal yang dia bawa ke sekolah ya buatan saya. Sederhana sekali ya cita-cita saya.. 😁

Nah, selain itu saya punya ‘taruhan’ kecil sama suami. Sepulang dari Port Moresby (yang InsyaAllah Januari 2018), saya sudah mencoba setidaknya 50 jenis masakan. Makanya saya semangat banget buat belajar masak dan mencatat resep masakan saya. Dan aplikasi Cookpad ini sangat membantu saya.

Buat teman-teman yang lagi getol-getolnya belajar masak seperti saya (saya yakin, masih banyak jumlahnya 😂😂) ada beberapa poin yang selama ini saya lakukan dalam belajar masak. Satu, niat. Yakinkan aja pasti bisa. Kedua, banyak belajar dari berbagai sumber termasuk media online. Kalau ada orang yang berjasa banget dalam membantu saya belajar masak secara online, yaitu mbak Endang JTT yang blog masakannya hits banget itu, plus mbak Dina dengan channel youtube-nya DapurDina selalu saya pantengin step by step-nya.  Ketiga, ya masak. Keasinan? Biasa. Gosong? Biasa. Rasanya aneh? Biasa. Hahaha

Sampai saya kembali mengingat poin kunci dalam memasak yaitu kata-kata yang pernah diucapkan oleh ibu saya. Satu, tumis bumbu jangan mentah tapi juga ga gosong. Jadi, sampai harum dulu, baru dimasukin masakannya.  Dua, bumbu dapur boleh agak kebanyakan, seperti bawang dkk.. Tapi yang namanya garam (atau kaldu bubuk yang asin, kecap asin, dsb) dan cabe ga boleh kebanyakan. Lebih baik ditambahkan lagi kalau kurang daripada kebanyakan. Udah, dua poin itu aja yang dinget. Kalaupun hasilnya ga enak-enak banget, tetap aja kemakan koq. Namanya juga masakan sendiri. 😂 Kalo baking, menurut saya lebih gampang daripada cooking. Asal semua bahan ditakar sesuai ukuran, langkah-langkah diikutin dengan benar, biasanya berhasil di percobaan pertama. Kecuali untuk cake yang tingkat kegagalan tinggi ya.. 😅😅

Bagitulah singkat cerita antara saya dan masak-memasak. Mampir ya ke Cookpad saya (klik disini). Mari kita berbagi resep. 😘

Berikut gambar-gambar masakan hasil belajar masak saya di sini:

Belajar bikin bakso karena ga ada jualan bakso di Port Moresby

[capti
idth=”1280″ align=”alignnone”]Puding roti dan havermut cookies ajarannya DapurDina[/caption]

[capti
idth=”720″ align=”alignnone”]Bolu pisang lima bahan ala JTT[/caption]

[capti
idth=”768″ align=”alignnone”]I Fu Mie karna kangen makan di Solaria 😅[/caption]

Resep andalan. Pempek dos.

5 Comments Add yours

  1. Memang salah satu basic skill yang diperlukan seorang emak-emak adalah : kepintaran memasak! selamat atas akun cookpadnya mbak Emel, aku menyusul kayaknya (setelah selama ini cukup puas dengan Dingo) ^_^

    Like

  2. Iyaaa, aku seneng cookpad jug. Penyelamat hidup emak-emak hahahai

    Like

    1. Emeldah says:

      Hahahaha tp harus pinter seleksi mbak.. Suka asal resepnya hehehe

      Like

  3. Deddy Huang says:

    huaaaa ralineeeeeeee makin gemes :p

    Like

    1. Emeldah says:

      Huaaahhh.. Baru sadar ada comment oom gaulnya Ralin di sini… Makasih sudah berkunjung Om!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s