Berburu Ikan di Koki Fish Market Port Moresby

Di tengah keterbatasan lokasi ‘jalan-jalan’, ada satu area yang cukup menjadi favorite saya dan suami di sini. Koki Fish Market Over The Sea, alias pasar ikan koki di sebelah laut. Di sini dijual berbagai macam ikan hasil tangkapan nelayan lokal langsung dari laut di sebelahnya. Terletak di Walter Bay dan beroperasi antara jam 7 pagi sampai jam 7 malam. 

Pertama kali dibuka pada tanggal 11 Desember 2016, tempat ini tergolong masih baru. Di depan pasar, ada semacam SPBU milik perusahaan minyak PUMA yang merupakan salah satu sponsor pembangun pasar ini. Mobil security juga sering terlihat diparkiran untuk menjaga keamanan dari para raskol/rampok yang berkeliaran di Kota Mosbi. Jadi sebenarnya, tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata. Bahkan pada Maret 2017, PM Solomon Island pun menyempatkan diri untuk datang ke sini.  

Koki Fish Market juga tergolong tempat umum yang cukup bersih di Mosbi. Ada larangan merokok dan makan pinang sebelum kita memasuki area. Penduduk Papua Nugini memang terkenal sangat suka memakan buah pinang, mulai dari usia remaja sampai orang yang sudah tua. Namun kebiasaan ini terkadang tidak diikuti dengan menjaga kebersihan, sehingga mereka terkadang suka meludah sembarangan. Penyebaran penyakit TB di sini termasuk yang terbanyak di dunia. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah setempat sudah mulai membuat larangan memakan buah pinang dan meludah di beberapa tempat umum. 

Dahulunya sebelum Koki Fish Market dibuka, mereka berjualan di Koki Market, yang letaknya tidak jauh dari area ini. Namun, saya belum pernah menjejalkan kaki ke Koki Market itu sendiri, yang katanya juga tidak hanya menjual ikan tetapi bahan pangan lainnya. 

Selain ikan yang sangat segar, harga yang ditawarkan di sini tergolong sangat murah, alias bisa seperempat harga dari yang dijual di swalayan. Misalnya saja, pagi ini kami berhasil mendapatkan empat buah ikan tenggiri berukuran sedang dengan harga 20 Kina atau sekitar kurang dari 80.000 Rupiah (1 Kina sekitar 3800-3900 Rupiah). Ikan Napoleon yang terkenal ratusan sampai jutaan rupiah jikalau di Indonesia pun bisa dibawa pulang hanya dengan sekitar 30-50 Kina atau sekitar seratus sampai dua ratus ribu rupiah saja. 

Oh ya, disini tidak terdapat timbangan ya.. Jadi hasil laut dijual per ekor, dengan harga bervariasi antara satu penjual dengan yang lainnya. Jadi harus pintar keliling dan tawar-menawar juga. 

Kalau ingin berbelanja di sini, kita dapat membawa ember atau kantong plastik sendiri karena mereka tidak menyediakan kantong plastik. Namun jikalau lupa, maka bisa membeli kantong plastik seharga 50 toya/cent sampai 3 Kina. 

Nah, kalau ini masakan suami saya dari hasil berburu di Koki Fish Market tadi pagi. Selamat makan! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s