Pengalaman Pertama Naik Pesawat Baling-Baling

Selalu ada yang berkesan dengan pengalaman pertama, termasuk pertama kalinya naik pesawat.  Kali ini saya bukan mau cerita tentang pengalaman pertama saya naik pesawat, tapi kali pertama saya naik pesawat ATR alias pesawat baling-baling.

Awalnya saya kegirangan banget waktu tau kalau salah satu maskapai penerbangan membuka rute dari Palembang ke ibukota-ibukota provinsi di sekitarnya (dan sebaliknya).  Saya girang karena sekarang ada penerbangan langsung yang menghubungkan Palembang dan Jambi.  Maklum, frekuensi keberangkatan saya ke Jambi cukup sering mengingat orangtua dan kakak saya tinggal di sana.

Tapi disisi lain, saya juga agak cemen nih naik pesawat.  Terkadang kalau lagi kena kumatnya, saya takut sebelum terbang.  Awalnya saya ga tau kalau pesawat Palembang-Jambi ini bukan pesawat besar alias yang biasa saya naikin kalau berpergian.  Saya heran waktu estimasi perjalanan 50 menit, sama kayak perjalanan Palembang – Jakarta.  Padahal kan Jambi ga sejauh Jakarta.  Dan taraaaa… sampai airport saya kaget liat pesawatnya, ternyata pesawat baling-baling.

Saya dan baling-baling (bukan) bambu
Saya dan baling-baling (bukan) bambu

Langsung donk saya googling, “pesawat baling-baling, amankah?” Dan alhamdulillah dari artikel-artikel yang saya baca, konon katanya pesawat ini sama amannya dengan pesawat jet.

Pada dasarnya pesawat tipe turboprop (menggunakan mesin turbo dan menggunakan baling-baling) sama amannya dengan tipe turbofan (orang awam mennyebut sebagai pesawat jet) karena keduanya melalui berbagai tahap tes dan persyaratan kelaikan yang sama ketatnya.

Pesawat turboprop digunakan untuk rute pendek dan runway pendek. Jika menggunakan pesawat jet, rute pendek tidak ekonomis karena pesawat jet memiliki kecepatan terbang lebih tinggi tetapi lebih boros bahan bakar. Oleh karena itu saat ini beberapa rute pendek yang menghubungkan bandara besar juga dilayani pesawat turboprop karena alasan tersebut.

Jelas runway pendek tidak dapat diterbangi pesawat jet, tetapi pesawat turboprop dapat menerbangi runway pendek dan panjang.

Dengan kecepatan lebih rendah dan lebih ringan tentu saja pesawat turboprop lebih aman pada saat landing karena pada saat menyentuh landasan lebih kecil benturan (impact) yang terjadi antara roda pesawat dan landasan. Dengan kecepatan lebih rendah, jika terjadi masalah di udara, penerbang memiliki waktu yang relatif lebih banyak untuk bertindak mengatasi masalah. Bahkan jika semua mesin pesawat mati, pesawat turboprop memiliki kemampuan terbang melayang (terbang tanpa gaya dorong mesin) lebih baik daripada pesawat jet karena untuk tetap dapat memiliki gaya angkat (tidak jatuh bebas seperti batu) pesawat turboprop memerlukan kecepatan lebih rendah daripada pesawat jet.

Sumber: Facebook.

Suasana di dalam pesawat, untuk +- 80 penumpang
Suasana di dalam pesawat, untuk +- 80 penumpang
Masih bisa melihat pemandangan di bawah
Masih bisa melihat pemandangan di bawah
Baling-balingnya keliatan dari jendela
Baling-balingnya keliatan dari jendela

Ketika di atas pesawat, ternyata saya memang menemukan keasyikan sendiri naik pesawat jenis ATR ini. Pertama, karena terbangnya ga gitu tinggi, kadang-kadang saya masih bisa melihat daratan di bawah. Kedua, karena terbangnya ga gitu tinggi juga, pesawat ini sangat jarang memasuki awan, jadi jarang goyang-goyang. Jadi, saya cukup menikmati perjalanan pertama saya kemarin, dan bersyukur juga karena dengan begini perjalanan dari Palembang ke Jambi ga serasa keluar kota lagi. 😀

2 Comments Add yours

  1. NinaFajriah says:

    Aku juga pernah naik pesawat macam ini dari Palembang ke Tanjung Pandan transit Pangkal Pinang. Pada dasarnya sama aja kayag naek pesawat biasa ya.. cuma secara psikis, karena kita biasa naik yang jet jadi agak was-was, goyang sedikit aja udah komat-kamit baca doa hahaha. Anyway, aku kalau ke Jambi lebih prefer naik travel, soalnya aku menikmati 5 jam selama perjalanan ke sana 😀 Happy Holiday mbak Emel 🙂

    Like

    1. Emeldah says:

      Kemarin saya naik travel berangkat jam 7 malem, sampe rumah jam 3 pagi mbak… Jalanan jelek banget, makanya lg milih naik pesawat kalo sekarang hehehe… Happy holiday juga ya Mbak Nina….

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s