Apa Kabarmu?

Berjuta manusia, berjuta cerita,
merangkai rasa yang tak kasat oleh mata.
Saling mengait namun tak saling memahami,
bersinggungan tapi terkadang tak saling mengenali.

Teringat aku akan suatu ketika,
saat benakku tak henti-hentinya mereka-reka.
Saat aku yang terharu lugu,
kau menyapaku terlebih dahulu.

Persahabatan memang tak kenal sekat,
dalam sekejab suara kita tak lagi tercekat.
Berbagi kisah, mencetak sejarah.
Tentang dua anak manusia
di bangku kuliah.

Aku teringat saat-saat itu…

Saat kita yang tertawa jahil,
karena berhasil melakukan dosa-dosa kecil.
Saat kita yang mengomel tentang kebahagiaan semu,
yang ditawarkan para perayu.
Saat kita yang bercerita kelu,
karena kita sendiri merasa malu,
jika ibu-ibu kita sampai tahu.

Saat ini,
dua ribu hari telah berlalu,
“hei, apa kabarmu?”.

Palembang, 7 Juli 2015,
Teruntuk Rima Widiani Rahayu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s