Rangkuman Kelas @AkberPLB: “Digital Communication Class”

Sesuatu yang digital dan berbau internet selalu menarik perhatian saya. Saya pertama kali kenal internet itu waktu umur dua belas tahun, sekitar berapa kilogram yang lalu, sampai hari ini saya masih terkoneksi penuh dengan dunia maya.

Memang, yang namanya internet sudah jadi bagian dari kehidupan kita. Semuanya berubah karena kehadiran internet. Beberapa minggu lalu, saya ngeblog sekilas tentang pengaruh gadget yang ternyata bikin kita less focus. Dulu saya pernah baca, ternyata internet punya andil buat bikin seseorang merasa depresi, merasa paling malang sendiri, iri dengan ‘kehidupan yang diperlihatkan orang lain’, dan sebagainya. Yup. selain dampak di ranah industri, internet punya dampak yang cukup gede buat ilmu perilaku dan psikologis manusia.

Nah beruntung Jumat kemarin saya punya kesempatan untuk datang ke kelas Digital Komunikasi yang diadain oleh Akademi Berbagi Palembang. Gurunya kali ini adalah founder Akademi Berbagi itu sendiri, Mbak Ainun Chomsun. Selain penasaran sama isi materinya, saya juga penasaran sama Mbak Ainun sendiri. Ternyata waktu ketemu, Mbak Ainun ramah dan smart banget. *sungkem*

Foto bareng Mbak @ainunchomsum dan relawan @akberPLB
Foto bareng Mbak @ainunchomsun dan para relawan @akberPLB

Kali ini saya akan merangkum beberapa informasi yang saya dapetin kemarin, yang sebenarnya sudah saya kultwit juga sih. Kenapa dirangkum? Karena merangkum lebih mudah daripada menulis buah pemikiran sendiri. *haha*

Okay, here we go.

Kelas dibuka dengan fakta bahwa internet adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sekarang. Internet sudah menjadi dunia baru. Analoginya, “kalau bangun pagi, siapa yang paling duluan mencari handphone?” Yup, hampir semua kita ya hehehe. Namun sayangnya, Indonesia secara statistik hanya sebagai user, bukan produsen. Bisa dilihat dari minimnya aplikasi asli buatan Indonesia. Internet juga membuat pola bisnis berubah, imbasnya beberapa industri (seperti: majalah, koran, dan radio) peminatnya makin sedikit, sehingga beberapa dari industri tersebut juga merilis versi digital. Selain itu, makin banyak lowongan pekerjaan yang dulunya ga ada, sekarang jadi ada karena internet, contohnya buzzer, penulis konten/artikel, dan sebagainya.

Sosial media a.k.a sosmed, sebagai produk dari internet ternyata adalah representasi diri kita. Jadi sekarang harus kudu hati-hati dalam menggunakan sosmed. Beberapa ‘aturan’ tentang bersosmed yang baik adalah : yang pertama, jangan pernah cantumkan data pribadi (seperti alamat, nomor handphone, bahkan anggota keluarga atau anak di sosmed), yang kedua, pergunakanlah sosmed dengan bijak. Kalau galau, mbok jangan keliatan banget dan terus-terusan. Selain bikin orang males bacanya, ternyata sosmed adalah curriculum vitae paling jujur tentang diri kita sendiri. Beberapa multinational company malah sudah melihat jejak calon pegawainya dari sosmed. Ga mau kan ga diterima kerja karena ketauan suka aneh-aneh?

Kelas Akber Jumat kemarin, pecah!
Kelas Akber Jumat kemarin, pecah!

Sewaktu di kelas, Mbak Ainun juga membahas satu persatu tentang sosmed yang lagi happening saat ini.

Yang pertama, plurk. Eh salah, maksud saya, facebook.

Facebook ini ada tiga jenisnya, profil, page, group. Nah, di newsfeed, jumlah temen yang bisa masuk ternyata hanya 17%. Makanya, kalau kita punya seribu orang teman di facebook, ga masuk semuanya. Temen yang masuk juga dilihat dari berapa sering kita interaksi. Tiap jenis interaksi ada credits nya masing-masing. Kalau comment dapet 3, share dapet 2, likes dapet 1.

Kedua, twitter.

Twitter adalah sosmed dengan sifat akun terbuka. Semua orang bebas follow atau unfollow. Fakta lainnya tentang twitter, ternyata jumlah tweet dari Jakarta itu jauh lebih banyak daripada tweet dari beberapa kota besar di luar negeri, seperti New York dan Tokyo. Kalau lagi ber-sosmed, tolong diperhatikan etikanya. Baik facebook/twitter, setiap kicauan itu sama aja dengan ngomong pake “toa”. Jadi salah banget kalau kita sering bilang “Lah ini akunku, terserahku donk mau ngapain aja…”. Terus kalau bisa ga usah terlalu membanjiri timeline. Sehari itu idealnya cukup tujuh tweet. Dan ga usah koneksi antar platform (misal posting di instagram/facebook/path masuk ke twitter dan sebaiknya), karena selain nambahin sampah di timeline, setiap sosmed itu ada karakternya masing-masing.

Ketiga instagram.

Instagram ini sekarang lagi naik daun banget, sejak dibeli sama facebook. Kita jadi bisa terkoneksi langsung sama temen-temen facebook kita, plus ngikutin kehidupan artis/ orang yang pengen kita tau. Di sisi lain, karena sebagian besar manusia adalah makhluk visual, instagram sangat memfasilitasi hal ini. Makanya bikin makin banyak bisnis online via instagram sekarang. Sekedar tips dari Mbak Ainun, kalau mau jualan via instagram, tolong tulis data lengkap di bio Anda. Tulis juga nomor handphone yang bisa dihubungi via SMS/whatsapp. Hal ini jauh lebih meyakinkan daripada sekedar line id/BBM pin. Oh ya manfaatkan juga #hashtag ya, karena kekuatan terbesar instagram adalah #hashtag.

Keempat, blog.

Blog ini produk lama sebenarnya. Lebih lama daripada facebook. Sempet turun pamornya, tapi akhir-akhir ini mulai merangkak naik lagi. Di blog ini seseorang lebih bebas dan nulis panjang lebar. Jadi sebenernya sangat membantu kalau lagi marketing atau promosi barang. Dulunya yang paling sering dicari buat bantuin promosi adalah food blogger. Kalau sekarang semakin merambah ke fashion blogger. Besok-besok menurut perkiraan saya pribadi, kayaknya traveling blogger deh :p

Nah, itu kira-kira rangkuman dari hasil kelas akber kemarin. Menarik banget kan? Ga pernah nyesel ikutan kelas akber. Buat saya, setiap kali ikutan kelas akber, baik sebagai guru maupun murid, pasti ada hal-hal baru yang saya pelajarin. Buat yang di Palembang, kalau pengen tau kelas-kelas berikutnya, silakan follow twitter @akberPLB. And see you when I see you there… ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s