Nostalgia Jurassic Park di Film Jurassic World

jurassic-world-02
Chris Pratt di Jurassic World

Akhir-akhir ini saya bersyukur karena punya agak banyak “me-time” buat nonton, baca buku, ataupun nulis ini itu. Jadi ceritanya seminggu yang lalu saya nonton Jurassic World di bioskop. Secara pribadi, sebenarnya saya bukan penyuka film dengan genre seperti ini. Saya sukanya film-film drama yang bener-bener popcorn movie atau film yang kepalang mikir sekalian. Buat saya, semua film action atau action animasi yang bagus itu ya bagus aja, tapi belum pernah bikin pengen wajib harus nonton.

Tapi beda sama Jurassic World. Waktu tau kalau film ini tayang, saya langsung pengen nonton. Kenapa? Karena film pertama yang saya tonton di bioskop itu: Jurassic Park. Adeknya si Jurassic World. Dan tentu aja sebagai film pertama, Jurassic Park waktu itu benar-benar bikin kesan di hati saya. Saya yang kira-kira masih kelas SD diajak ke bioskop di Palembang untuk pertama kalinya. Takut-takut ga boleh masuk sama satpamnya, karna jaman dulu bener-bener deh untuk film 13 tahun ke atas ya memang biasanya harus 13 tahun. Entah kenapa waktu itu saya bisa masuk. Apa karna itu film untuk “semua umur”? Entahlah. Saya lupa.

Nah, makanya pas Jurassic World diputer dan setelah baca beberapa review kalo film ini masih ada ‘benang merah’nya sama Jurassic Park, saya jadi kepingin nonton. Singkat cerita, film ini berkisah di waktu dua puluh tahun lebih sejak kejadian Jurassic Park. Visi John Hammond berhasil diwujudkan menjadi Jurassic World, taman hiburan megah yang menampilkan dinosaurus-dinosaurus sungguhan.

Para ilmuan di balik Jurassic World terus berupaya menciptakan dinosaurus, yang merupakan penyempurnaan dari beberapa gabungan DNA makhluk hidup. Salah satu hasil eksperimen yang berhasil adalah Indominus Rex: seekor dinosaurus yang diciptakan dari campuran berbagai makhluk. Namun, eksperimen ini ternyata menghasilkan makhluk yang luar biasa pintar dan agak berprikemanusiaan, yang membuat akhirnya ada pengalaman seru di Jurassic World.

Buat saya pribadi, film ini sangat menghibur. Bukan karena saya punya sentimentil pribadi dengan kenangan pertama kali ke bioskop, tapi dari segi cerita dan efeknya memang menarik. Apalagi saya kemarin nonton yang 3D sehingga kerasa banget kayak mau dimakan dinosaurus. Saya juga sempat mengelak ketika “hampir tertembak” di bioskop. Terus yang bikin menarik, aksi Chris Pratt disini bikin dia keliatan keren dan macho banget. Buat yang udah nonton, gimana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s