Apa yang harus dipersiapkan dalam psikotes?

Saya di Acara Unsri Career Expo, Maret 2015
Saya di Acara Unsri Career Expo, Maret 2015

Tulisan saya ini telah dimuat di website Bimbingan Karir (Career Development Center) Universitas Sriwijaya, klik di sini.

Sebelumnya saya telah menulis bagaimana cara membuat surat lamaran dan CV yang baik.  Kali ini, saya akan membahas tahapan lanjutan dari seleksi administrasi, yaitu psikotes.

Sebelumnya izinkan saya bercerita. Pada saat awal saya masih kuliah di Psikologi dan sampai sekarang sudah jadi psikolog, pertanyaan yang cukup sering saya dengar adalah : “Mbak, gimana cara mengerjakan psikotes yang baik?” Bahkan pertanyaan ini juga salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan dalam formulir konseling karir CDC Unsri.

Disini saya akan mencoba menjawab dan mengakomodasi pertanyaan tersebut melalui beberapa pemahaman ya… Hal dasar yang pertama kali perlu dipahami adalah “Apa definisi psikotes? Dan apa kegunaan perusahaan menggunakan psikotes untuk menseleksi calon karyawannya?”

Jawabannya adalah psikotes adalah serangkaian tes untuk mengetahui gambaran psikologis seseorang yang digunakan perusahaan untuk mencari karyawan yang paling sesuai untuk mengisi suatu jabatan tertentu. Lalu gimana caranya perusahaan tersebut tahu kalau kita adalah orang tepat? Yaitu dengan mencocokkan kriteria kandidat yang mereka inginkan dengan hasil psikotes kita.

Hal dasar inilah yang biasanya kurang dipahami oleh masyarakat awam, bahwa yang dicari adalah karyawan dengan kriteria yang paling sesuai. Apa yang dimaksud dengan paling “sesuai”? Artinya sesuai, pas. Kalo saya sering bilang, cocok-cocokan dengan budaya perusahaan tersebut. Analoginya begini, perusahaan industri kreatif tentu menginginkan karyawan yang kreatif, bukan yang terpaku pada aturan. Tetapi perusahaan yang sedang mencari karyawan untuk bagian administrasi tentu lebih menyukai seseorang yang rapi dan ikut aturan, bukan?

Hal dasar yang kedua yang perlu dipahami, “Bagaimana bentuk hasil psikotes tersebut?” Ini juga yang sering menjadi salah kaprah dalam psikotes. Kebanyakan orang merasa bahwa hasil psikotes akan berbentuk seperti nilai rapor. Satu sampai sepuluh.

Perlu diingat ya… Hasil psikotes bukanlah seperti nilai rapor. Hasil psikotes akan berbentuk profil. Profil kepribadian, yang menggambarkan diri dan kemampuan Anda baik secara kecerdasan atau kognitif, emosi, maupun sosial. Sehingga pada akhirnya muncul pemahaman secara menyeluruh mengenai diri Anda.

Tidak ada definisi yang salah mengenai kepribadian seseorang. Kelebihan Anda di suatu aspek, bisa jadi kekurangan Anda di aspek yang lain. Misalnya nih, Anda orang yang supel. Anda dikenal pandai meramaikan suasana dan bisa menjadi sosok yang menyenangkan bagi semua orang. Ternyata di sisi lain, minat Anda yang sangat tinggi terhadap lingkungan sosial membuat Anda terkadang kurang bisa mengatakan “tidak” terhadap orang lain. Anda selalu berusaha membantu orang lain, meskipun membuat banyak tugas Anda sendiri yang keteteran.

Atau analogi lain, kekurangan Anda ternyata bisa menjadi kelebihan Anda di aspek yang lain. Misalnya, Anda adalah seseorang yang sangat hati-hati dalam bekerja sehingga cenderung lamban dibandingkan orang lain. Ternyata, kelambatan dan kehati-hatian tersebut membuat hasil pekerjaan Anda menjadi sangat rapi dan minim kesalahan.

Psikotes sendiri adalah tes yang digunakan untuk melihat “kepribadian” seseorang. Cukup jadi diri Anda sendiri. Malah kalau Anda mencoba menjadi orang lain ketika psikotes, maka biasanya profil kepribadian Anda menjadi tidak sesuai dengan diri Anda dan interpreter cukup mampu melihat hal tersebut dan menggugurkan diri Anda untuk melaju ke tahapan berikutnya.

Hemat saya, mengingat pemahaman-pemahaman yang sudah saya jelaskan di atas, sebenarnya tidak ada trik dan tips dalam proses pengerjaan psikotes. Anda cukup menjadi diri Anda sendiri dan mengerjakan psikotes dengan tenang. Anda akan lulus proses seleksi jika Anda memang kandidat terbaik dari semua kandidat yang melamar pekerjaan yang dinilai kompeten dan cocok untuk mengisi jabatan yang lowong tersebut.

Untuk persiapan teknis, ada beberapa poin yang dapat Anda ikuti, antara lain:

  • Usahakan sarapan sebelum psikotes. Kondisi lapar dapat membuat Anda kurang mampu berkonsentrasi dalam mengerjakan tes. Anda dapat membawa air minum dan makanan kecil untuk bekal.
  • Pakailah pakaian yang nyaman. Anda tidak tahu bagaimana kondisi ruangan tes, apakah terlalu dingin atau malah panas. Pakailah pakaian yang menyerap keringat, tetapi sekaligus bawalah jaket atau kardigan untuk berjaga-jaga jika Anda ternyata kebagian duduk di dekat pendingin ruangan.
  • Datanglah tepat waktu di lokasi tes, biasanya 15-30 menit sebelum tes dimulai. Jeda waktu akan membuat Anda bisa menenangkan diri dan melakukan persiapan maksimal.
  • Siapkan alat tulis lengkap (balpoin, pensil, rautan). Jangan sampai ketidaksiapan Anda menyebabkan proses psikotes menjadi terganggu, atau malah menganggu peserta lain.
  • Tidur yang cukup di malam sebelum melakukan psikotes. Kurang tidur akan menganggu konsentrasi Anda dalam mengerjakan tes.
  • Tetap tenang, berusaha yang terbaik, dan pasrah akan hasilnya. Kondisi psikologis yang kurang tenang akan berpengaruh pada hasil psikotes Anda. Anda tidak akan mampu mengerjakan tes dengan baik apabila banyak pikiran lain yang menganggu. Kepasrahan juga akan membantu Anda untuk tetap tenang, karena Anda menyadari bahwa Anda cukup melakukan yang terbaik. Kedepannya apakah Anda cocok atau tidak untuk bekerja di perusahaan yang sedang Anda lamar,  tidak ada yang tahu Bukan?

Bagaimana? Sudah cukup siap menghadapi psikotes? Tetap semangat ya…!

Penulis,

*Dosen Prodi Psikologi FK Unsri dan Tim Konseling Karir CDC Unsri

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s