Who Moved My Cheese?

“Life isn’t about waiting for the storm to pass; it’s about learning to dance in the rain.”
(Vivian Greene)

Me and Cakri

Alkisah hiduplah dua ekor tikus dan dua kurcaci di suatu labirin. Dua ekor tikus tersebut bernama Sniff (endus) dan Scurry (lacak), sedangkan kedua kurcaci bernama Hem (kaku) dan Haw (aman). Sniff dan Scurry merupakan binatang pengerat yang memiliki pola pikir yang sangat sederhana, yaitu seperti hewan pada umumnya. Sedangkan Hem dan Haw lebih mirip dengan manusia, yaitu memiliki akal pikiran dan emosi. Selama ini mereka hidup berdampingan bersama dengan memakan sedikit demi sedikit tumpukan raksasa keju yang tersedia di dalam labirin. Hanya saja, lama kelamaan persediaan keju tersebut semakin menipis. Cerita seru pun dimulai ketika persediaan keju tersebut habis.

Pada mulanya semua merasa kebingungan dengan habisnya persediaan keju tersebut. Sniff dan Scurry merasa tidak tahan dengan lapar yang terus menyerang akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari “daerah aman” mereka. Mereka berlari dari satu lorong ke lorong lainnya untuk menemukan keju. Sniff bertugas mengendus-endus lorong, sedangkan Scurry akan berlari untuk mencari persediaan keju tersebut. Pada akhirnya, setelah beberapa kali gagal, mereka pun berhasil menemukan tumpukan keju raksasa yang baru.

Lalu bagaimana dengan cerita kedua kurcaci? Hem dan Haw, yang memiliki kemampuan berpikir dan merasakan seperti manusia, malah menjadi ketakutan untuk menyusuri lorong-lorong yang asing di dalam labirin tersebut. Akal dan emosi membuat mereka menjadi apatis dan tidak percaya diri, sehingga kegagalan yang mereka temui bukan malah membuat mereka semakin berusaha tetapi malah sibuk saling menyalahkan satu sama lain.

Akhir cerita tersirat sebuah tilikan sederhana bahwa kerja keras dapat mengalahkan sifat cerdas yang tidak berani berbuat apapun.

Cerita di atas merupakan cuplikan dari buku “Who Moved My Cheese?” (edisi Indonesia: “Siapa yang Telah Memindahkan Keju Saya?”). Buku karangan Spencer Johnson ini merupakan buku motivasi yang sangat populer mengenai bagaimana cara menyingkapi perubahan.

Hal-hal yang kita miliki tersebut diibaratkan sebagai keju, sedangkan labirin merupakan dunia tempat kita berpijak. Sniff dan Scurry mengajarkan kita bagaimana cara menyingkapi perubahan dengan menjalaninya terlebih dahulu dan menerima keadaan yang sulit. Intinya, berusahalah terlebih dahulu! Sementara Him dan Hew tetap terpaku pada kesuksesan masa lalu mereka tanpa menyadari bahwa itu semua telah berubah.

Paul G. Stoltz dalam teorinya yang bernama Adversity Quotient mengumpamakan ada tiga golongan orang ketika dihadapkan pada suatu tantangan pendakian gunung. Golongan yang pertama adalah golongan yang mudah menyerah (quiter) yakni dianalogikan sebagai karyawan yang sekedarnya bekerja dan bertahan hidup, mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan. Golongan yang kedua adalah golongan yang bersifat banyak perhitungan (campers). Golongan ini sebenarnya memiliki keberanian menghadapi tantangan, tetapi dengan resiko yang aman dan terukur. Mereka mudah merasa puas, dan berhenti di tengah jalan jika tidak dapat membayangkan resiko yang bakal dihadapi. Sementara golongan ketiga adalah golongan yang ulet dengan segala resiko yang bakal dihadapi (climber). Golongan ini memilih untuk terus berjuang menghadapi berbagai macam masalah, tantangan dan hambatan sehingga pada akhirnya mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Nah, jika kita menghubungkan kedua analogi di atas, sikap yang dimiliki oleh Sniff dan Scurry dalam menghadapi perubahan sebenarnya merupakan sikap para pendaki (climbers) yang terus berjuang menghadapi berbagai macam masalah dan tantangan. Jadi yang manakah sikap Anda dalam menghadapi perubahan kedepan?

(Shinta Cakri M & Emeldah, M. Psi., Psikolog)

*dimuat dalam newsletter internal PLN Area Cianjur “Beras Cianjur” Edisi IX, Mei 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s