Berbuat dan Berbagi

Sudah dua bulan lebih saya pulang ke kota kelahiran saya, Palembang.  Antara syukur, excited, ingin banyak berbuat, tapi sekaligus sedih karena saya harus meninggalkan area nyaman saya di kota berhati nyaman.
Jujur, perlu waktu buat saya untuk menyesuaikan diri lagi di sini.  Sebagian besar teman-teman saya sudah ga tau rimbanya.  Ada yang tau keberadaannya, tapi udah ga gitu deket lagi karena udah punya kehidupan sendiri-sendiri.  Karena cukup lama sebenarnya saya meninggalkan kota ini, delapan tahun, dan hanya pulang maksimal dua kali dalam setahun.  Setiap hari saya merasa kangen sama kehidupan saya sebelumnya.  Saya meyakinkan diri setiap saat, bahwa tidak akan ada yang sia-sia, termasuk kepulangan ini.  Saya yakin pasti ada maksud dan hikmah yang bisa saya ambil.  Mungkin bukan sekarang, tapi suatu saat insyaAllah saya akan mengerti.  Bukankah daun yang jatuh pun selalu atas izin-Nya?
Anyway, apapun itu, kehidupan harus tetap berjalan.  Berdasarkan teori psikologi yang saya ketahui, sepertinya saya mengalami gangguan penyesuaian. Saya merasa cemas dan sedih, tidak dalam intensitas yang besar, tapi dengan frekuensi yang cukup sering.  Tapi lagi-lagi, berdasarkan teori yang saya tau juga, gangguan ini bertahan maksimal enam bulan.  Jadi saya pikir, saya jalanin saja. Dan alhamdulillah sekitar dua bulan, saya sudah mulai merasa nyaman.  Intensitas dan frekuensi saya merasa sedih dan cemas sudah jauh berkurang daripada hari-hari pertama.
 Saya bersyukur saya masih punya banyak hal yang bisa saya syukuri.  Dukungan luar biasa dari keluarga dan sahabat saya, doa-doa mereka yang selalu bisa saya rasakan keberadaannya, sikap mental yang Allah anugerahkan supaya saya tidak mudah menyerah, dan juga keadaan lingkungan yang mulai membaik yang sepertinya memang Dia persiapkan untuk saya.
Sampai pada satu titik, saya berpikir bahwa ini saatnya saya berbuat.  Saya ingin melakukan sesuatu yang berguna – selain pekerjaan saya- meskipun kecil, setidaknya saya mulai…berbagi.
Saya menghubungi salah satu sahabat saya.  Saya ‘curcol’ sama dia.  Saya tau, dia pendengar yang baik, dan sebenernya juga bisa menjadi salah satu sumber solusi kebutuhan saya.  Dan alhamdulillah dia langsung menawarkan saya untuk menjadi guru di Akademi Berbagi (Akber).
Setelah melalui diskusi melalui dirinya dan kemudian melalui salah satu pengurus Akber, akhirnya saya dapet kesempatan buat ngisi satu kelas tadi malam.  Topik yang saya isi adalah “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja”.  Materi yang saya bawakan ga seberat judulnya koq.  Saya mencoba berbagi tentang caranya bikin CV yang baik, terus lebih banyak brainstorming tentang psikotes, dan wawancara.
Sebenernya ide topik itu muncul karena hati saya tergelitik karena sering banget ditanya “mbak, cara ngisi psikotes yang baik itu gimana sih?” Saya merasa banyak sekali mitos-mitos tentang psikotes yang beredar di luar sana.  Berbagai orang dengan pemahaman sekadarnya menjelaskan mengenai cara-cara “memanipulasi” psikotes.  Ada yang melalui blog, ada yang melalui obrolan santai, dan sebagainya.  Saya tidak akan membahas hal ini sekarang, karena perdebatan ini akan panjang.  Saya hanya ingin mengingatkan bahwa psikologis setiap orang itu unik, jadi psikotes itu bukan benar atau salah, karena ga ada yang benar atau salah kan dengan keunikan kita?
Balik lagi ke cerita Akber. Alhasil, semalam, datanglah saya ke Dapur Iga Palembang, tempat dimana Akber tersebut dilaksanakan.  Dan setelah menunggu sekitar 30 menit, kami memutuskan untuk memulai kelas meskipun peserta yang datang sedikit. Alhamdulillah, meskipun jumlah peserta sedikit, antusiasme mereka untuk mendengarkan dan bertanya cukup tinggi.  Saya salut dengan semangat pembelajaran yang mereka miliki.  Hasilnya, saya jadi lumayan haus karena sharing bareng kami menjadi seru, hehehe
 
By the way, sebenarnya dari tadi saya cerita tentang Akber, udah tau belum sih apa itu Akber?  Buat yang belum tau, saya ambil kutipannya dari blog sahabat saya ya:

Apa sih Akademi Berbagi?

Akademi Berbagi itu adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan. Jadi, intinya ya Akber ini dari kita, oleh kita dan untuk kita. Siapapun bisa jadi guru untuk tema-tema tertentu dan siapapun bisa jadi muridnya. Guru gak dibayar untuk berbagi dan murid pun gak membayar untuk mendapatkan ilmu dari si guru. Namanya juga berbagi kan ya.

Temanya tentang apa aja?
Boleh apa aja kok, selama ada guru yang mau berbagi, tema apapun boleh di share.

Siapa yang bisa dihubungi?
Setiap kota Akber punya kepala sekolah (kepsek) dan para relawan yang nantinya akan membantu temen-temen akber dalam melaksanakan kegiatan berbaginya. 

Gimana cara liat jadwal kelasnya?
Bisa di cek di webnya Akber di akademiberbagi.org bagi temen-temen semua yang mau tau soal ada kelas apa aja di seluruh Indonesia. Bagi yang mau tau khusus Palembang, bisa cek di akun twitter @akberPLB, jadi memang untuk pengumuman kelasnya akan di share via twitter dan Facebook aja.

Sumber: http://nike.rasyid.net/2012/01/akademi-berbagi-palembang.html

Huff,,, Panjang juga ya curhatan saya kali ini? Sampe lumayan pegel tangan saya ngetik… hehehe..  Intinya sih, saya ingin bilang, banyak cara untuk berbuat dan berbagi. Baik dalam sekolah, kuliah, pekerjaan, ataupun perilaku-perilaku sehari-hari.  Sebenarnya apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu, kalau dikerjakan sebaik-baiknya dan dari hati, mudah-mudahan bisa membawa manfaat buat orang lain. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s