Jodoh

“Sudah dua bulan terlewati, selalu ada doa setiap hari: semoga nanti, kita berjodoh kembali.”

Setiap jalan yang telah diizinkan Tuhan adalah keajaiban. Setiap sel, partikel, dzat, atom; berkonspirasi membentuk rangkaian kegiatan, bernama kehidupan. Sebuah siklus yang memang telah, sedang, dan akan selalu berputar.

Ada yang berkata bahwa kehidupan itu seperti roda. Terkadang di atas, ada pula masa harus berada di bawah. Di kitab-Nya pun sudah tertulis bahwa segala sesuatu diciptakan berpasangan. Siang dan Malam. Gelap dan Terang. Panjang dan Pendek. Dan sebagainya.

Konspirasi itu, siklus itu, keajaiban itu menjodohkan kami. Campur tangan Sang Maha Ghoib di segala hal mempertemukan kami.

Jodoh.

Bukanlah hanya perkara dua insan dimabuk asmara. Bukan pula semata berarti pernikahan. Jodoh adalah sebuah pertemuan. Sebuah keajaiban. Sebuah konspirasi. Bahkan bagi yang percaya, sebuah perjanjian di kehidupan sebelum kehidupan.

Bisa jadi jodoh itu perkara antara aku dan engkau. Kau dan dia. Dia dan mereka. Siapapun itu.

Namun kali ini aku ingin memaknai jodoh sebagai sebuah persahabatan. Persahabatan yang mendidikku, menemaniku berproses. Bermetamorfosis dari seorang remaja menjadi dewasa.

Jodoh yang kumaksud kali ini adalah sebuah keajaiban bernama persahabatan.  Persahabatan antara aku dan sebuah kota, bernama Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s