Sahabat

Hidup adalah sebuah proses, sebuah perjalanan, dan anugerah Yang Maha.  Kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan di dunia, tetapi tiba-tiba tanpa sadar kita sudah berada di sini, menginjakkan kaki, di bumi-Nya.

Begitu pula dengan cinta.

Pernah kita memilih untuk cinta? Sayangnya, kita terkadang tak punya pilihan. Rasa itu ada, tanpa pernah kau pinta.  Mencintai, itu perkara berbeda. Itu baru namanya pilihan kita.

Cinta untuk sesama, cinta untuk sahabat, cinta untuk kekasih, cinta untuk keluarga, dan cinta untuk semesta.

Tak usah kau pertanyakan mengenai cinta untuk Yang Kuasa, itu hal yang mutlak.   Dialah Maha Cinta, pemberi cinta dan cinta itu sendiri. Bahkan sebelum terlahir, setiap jiwa telah bersumpah untuk mencintai-Nya.

Tak usah pula kubahas mengenai cinta kepada keluargamu.  Mereka adalah anugerah pertama yang diberikan Tuhan kepadamu.  Cinta mereka  untukmu dan cintamu untuk mereka akan selalu ada, sampai akhir masa.

Kali ini aku ingin berbicara mengenai cinta yang lain, yang datang tak pernah kau sangka-sangka, kepada orang-orang asing, yang tak pernah kau duga menghampiri kehidupanmu.

Sebut saja mereka dengan sebutan, sahabat.

“Sebuah perjalanan konspirasi semesta yang telah mempertemukan kita,” begitu kata salah satu dari mereka suatu ketika.

Entah bagaimana hal-hal yang bernama kampus, kuliah, kegiatan, sosial media, pengalaman, cerita, puisi, musik, buku, minat, bahkan sebuah senyuman dapat bekerja sama membantu kita untuk saling menemukan satu sama lain.

Pernah terpikir sebelumnya?
Mungkin pernah, tapi tak jarang pula tidak sama sekali, bahkan disertai sikap antipati pada awalnya.

“Siapa kamu?”

“Tingkahmu nyebelin.”

“Kamu pendiam banget, dan aku bosan.”

Atau mungkin, “Aku ga akan pernah bisa dekat-dekat dengan orang seperti itu.”

Siapa menyangka, seiring berjalannya waktu, mereka sekarang telah naik pangkat, menjadi orang terdekat dalam kehidupanmu.

Bagaimana prosesnya? Entahlah.   Mungkin itu bukan urusanmu.  Itu urusan semesta yang selalu berkonspirasi.  Kejadian di dunia ini bisa jadi hanyalah sebuah kebetulan, bagi yang ingin percaya.  Namun aku, adalah insan yang memilih untuk percaya bahwa tak ada yang kebetulan.  Bahkan daun yang jatuh pun atas izin Tuannya.

Yang jelas, saat ini mereka sedang  memainkan perannya, untuk menari bersama dengan diriku.  Tarian yang tak selamanya menyenangkan, tapi tak selamanya juga mengesalkan.  Bergerak dan terus bergerak, dalam masa senang maupun sulit. Saling menemani, saling mengingatkan, saling menyayangi.

Itulah keajaiban.  Ketika dua orang asing, berproses bersama tanpa pernah dipinta. Berjalan, berlari, bahkan terkadang hanya berdiam.  Dan ketika tak bertatap muka, kita saling menyapa di dalam doa.

Teruntuk, para sahabat.

Terima kasih, untuk setiap hari yang penuh cinta.

One Comment Add yours

  1. judi bola says:

    Sahabat adalah seorang yang mendukung di kala susah maupun senang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s