Afirmasi Positif, Efektifkah?

Dalam dunia psikologi (ataupun motivasi), tentu kita familiar dengan penggunaan kata-kata atau peneguhan positif atau yang disebut dengan afirmasi.

Afirmasi (kt. benda): penetapan yg positif; penegasan; peneguhan.
 
Tadi pagi, kurang lebih dua belas jam yang lalu, dengan menggunakan akun twitter @ycurhat, saya mem-posting tweet:

“Selamat Pagi Semua! Awali pagi dgn #afirmasi positif yuk!”

Tentu ajakan tersebut bukanlah tanpa alasan. Saya adalah orang yang mempercayai kegunaan dari afirmasi. Beberapa kali di akhir sesi dengan klien, saya akan meminta diri mereka untuk mengucapkan berbagai afirmasi ke dalam diri mereka. Pada dasarnya, tujuan dari teknik afirmasi adalah mengubah keyakinan individu menjadi lebih positif dengan melakukan penegasan dan peneguhan yang diucapkan dengan penuh keyakinan terhadap diri mereka sendiri.
Penuh keyakinan.
Kedua kata di atas, saya garis bawahi karena saya menganggap bahwa kedua kata tersebut adalah kata kunci dari teknik afirmasi. Karena menurut saya, tanpa keyakinan, afirmasi tersebut menjadi sia-sia atau bahkan bisa memperburuk kondisi psikologis seseorang.
Saya menemukan sebuah artikel dari situs psikologi favorit saya, Psychology Today, dengan judul bahasan “Should we re-think positive thinking?” (Apakah sebaiknya kita memikirkan ulang mengenai “berpikir positif”?).
Dalam artikel tersebut, terdapat sebuah penelitian yang sebaiknya dapat membuat para motivator berpikir ulang sebelum ‘memaksakan’ seseorang untuk berpikir secara positif. Joanne V Wood, seorang profesor di bidang psikologi dari University of Waterloo membuat sebuah eksperimen mengenai efektivitas dari kalimat afirmasi positif.
Para partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Partisipan kelompok eksperimen dipecah menjadi dua kelompok lagi, yaitu kelompok dengan kepercayaan diri yang tinggi dan kepercayaan diri yang rendah. Kedua kelompok eksperimen diminta untuk mengulang-ulang kalimat, “I’m a lovable person” (Saya orang yang menyenangkan), selama empat menit secara terus-menerus, lalu ditanya tentang bagaimana perasaan tentang dirinya. Sedangkan kelompok kontrol hanya diminta untuk menulis tentang pikiran dan perasaan mereka selama empat menit.
Hasilnya, bagi partisipan kelompok eksperimen dengan kepercayaan diri yang tinggi, kalimat afirmasi positif akan memberikan perasaan lebih baik meski hanya dalam derajat yang terbatas; sementara partisipan kelompok eksperimen dengan kepercayaan diri yang rendah akan merasa dirinya semakin buruk setelah berulang kali menggulang kalimat afirmasi positif tersebut, bahkan suasana hati mereka menjadi lebih buruk dibandingkan kelompok kontrol yang tidak menggunakan kalimat afirmasi apapun.
Apa kesimpulan yang saya petik dari hasil penelitian tersebut?
Saya semakin meyakini bahwa afimasi positif dapat benar-benar terasa manfaatnya apabila disertai dengan keyakinan oleh orang yang melakukan. Sehingga daripada memberikan afirmasi terhadap diri kita yang kurang realistis atau kurang bisa kita yakini, seperti “Saya pasti bisa …….!”, saya lebih memilih untuk memodifikasinya menjadi lebih realistis sehingga perasaan yakin tersebut tetap bisa saya rasakan, menjadi “Saya pasti bisa ….. (misal: lulus ujian), bila saya ….. (misal: belajar, berusaha, dan berdoa dengan baik).”
Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas pernah menuliskan:

Pikiran positif yang rasanya ENAK berarti POSITIF

Pikiran positif yang rasanya TIDAK ENAK berarti NEGATIF

Dan saya, mengamini hal itu. Selamat mencoba memodifikasi afirmasi! 😉
NB: Tulisan ini dimuat dalam blog yukcurhatyuk, sebuah Rumah Curhat Online yang saya kelola bersama @AsnatasiaEga.  Silakan mampir! 🙂

3 Comments Add yours

  1. nice article…^^

    Like

    1. This comment has been removed by the author.

      Like

    2. Merci Monsieur… 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s