Mood Swing

Jonah Miller: “Mom says its because she has PMS.”
Steve Miller: “Do you even know what PMS is, Jonah?”
Jonah Miller: “Of course I do dad, I’m not a little kid anymore. It’s the Pissed At Men Syndrome
(The Last Song Movie, 2010)


[Period Calender – Sumber: disini]

Sudah sekitar dua hari ini saya mengalami perubahan suasana hati atau mood yang cukup drastis. Pagi hari saya mengawali pagi dengan semangat, tetapi di siang hari bisa saja saya mendadak malas melakukan sesuatu. Lalu pernah juga suatu malam, tiba-tiba saya merasa pikiran saya meracau kemana-mana dan saya mendadak merasa sedih tanpa alasan dan ingin menangis.

Apa yang terjadi dengan diri saya?

Yup, PMS. Atau dikenal dengan PreMenstrual Syndrome. Memang tanggal-tanggal tengah bulan seperti ini merupakan waktu-waktu dimana saya mau mendapat anugerah bulanan, menstruasi.

Saya ingat sekali dengan pengalaman saya bulan kemarin, pada saat masa-masa PMS seperti ini saya menjadi cenggeng sekali yaitu selama dua hari saya menangis lebih banyak daripada biasanya. Memang pada saat itu ada faktor pemicu yang menyebabkan saya menangis, tapi jika dikaji lagi lebih jauh dengan akal yang lebih sehat, faktor pemicunya itu bukanlah hal yang sangat krusial. Dan parahnya, ketika masa PMS itu berlalu, saya jadi geli sendiri, “koq bisa saya menangis ‘lebay’ untuk hal tersebut?”

PMS memang berhubungan dengan perubahan hormon di dalam tubuh selama siklus menstruasi. Gejala PMS antara orang satu dengan yang lain sangat bervariasi. Itu mengapa bagi sebagian orang yang tidak memiliki masalah PMS, akan sulit untuk memahami PMS itu sendiri tetapi untuk orang-orang yang memang mengalami masalah PMS, hal itu bisa membuat kewalahan tersendiri.

Saya sendiri adalah orang yang ketika PMS sering kali mengalami mood swing atau perubahan suasana hati secara tiba-tiba, meski hal ini tidaklah terjadi setiap bulannya. Saya juga terkadang merasa perut saya terasa kembung dan nafsu makan menjadi lebih banyak dari biasanya, dan lebih suka menghabiskan makanan pedas. Pada saat hari H menstruasi, biasanya saya lebih merasa kesakitan karena mengalami kram perut selama kurang lebih 5-7 jam dengan intensitas yang bervariasi.

Berikut ini adalah beberapa gejala PMS yang sering terjadi pada perempuan, antara lain:

  • gugup,
  • ingin marah,
  • tak tenang,
  • perubahan mood yang drastis,
  • depresi,
  • ingin menangis,
  • mudah teriritasi,
  • kelelahan,
  • payudara mengeras,
  • kenaikan berat badan,
  • berjerawat lebih banyak,
  • retensi air,
  • insomnia,
  • pening,
  • sakit kepala,
  • migren,
  • kram,
  • sembelit,
  • sakit punggung,
  • dan nafsu makan bertambah.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Kalau diri saya pribadi, berusaha mengatasi PMS tersebut dengan berbagai macam cara. Untuk penanganan aspek fisik, saya suka berolahraga, beristirahat yang cukup, dan minum jamu sehat datang bulan, baik yang bisa saya beli di pasaran atau mengkonsumsi jamu tradisional dari tukang jamu gendong. Tapi sejak pindah kos-kosan, susah sekali untuk menemukan mbok jamu gendong ini, jadilah saya beli yang udah tersedia di supermarket.

[Jamu gendong, segar sehat berkhasiat – sumber: disini]

Untuk penanganan sisi psikologisnya, saya juga menggunakan beberapa metode. Biasanya sih, saya “nyampah” atau katarsis dengan teman-teman saya, yang notebene alhamdulillah kebanyakan adalah psikolog dan calon psikolog. :p Lalu saya juga suka melakukan teknik centering, yaitu mencoba masuk ke dalam diri saya, mencoba menyadari setiap emosi yang saya rasakan, mengobservasi emosi-emosi tersebut, dan pada akhirnya menerima keberadaan mereka. Saya percaya bahwa kesadaran diri (self-awareness) yang dilanjutkan sampai dengan penerimaan-diri (self-acceptance) akan membuat intensitas emosi-emosi tersebut menjadi sedikit mereda.

Beberapa tips yang lain yang saya temukan di internet sehubungan dengan penanganan PMS, antara lain:

  • Kurangi makanan berlemak dan manis, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks (roti gandum utuh, pasta, dan sereal), serat, dan protein.
  • Hindari garam untuk mengurangi kembung dan retensi air.
  • Jika minuman berkafein, seperti kopi sering membuat Anda merasa terlalu bersemangat, kurangi.
  • Makanan makanan utama dalam porsi kecil tetapi persering untuk mengurangi rasa kembung.
  • Olahraga ringan diketahui bisa mengurangi sedikit sakit.
  • Perbanyak asupan buah dan sayuran.
  • Upayakan agar pencernaan Anda dalam keadaan lancar.
  • Pastikan waktu istirahat Anda cukup.
Saya sendiri merasa bahwa keadaan ini, baik pada saat PMS maupun pada saat menstruasi itu sendiri merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Hal tersebut menjadi salah satu yang membuat saya menjadi wanita seutuhnya, maka rasanya tidak adil jika menjadikan alasan PMS sebagai alasan yang mengizinkan diri kita untuk berubah menjadi nenek sihir, dengan menjadi marah-marah tidak menentu, caper (cari perhatian) yang berlebihan, dan sebagainya. Saya percaya koq, kalau Tuhan menganugerahkan kepada wanita hal-hal seperti ini, berarti Dia percaya bahwa kita juga bisa mengatasinya dengan baik.

Cobalah amati perubahan diri sendiri selama beberapa bulan dan mulai menyadari beberapa gejala yang terjadi pada diri kita, kalau perlu kita bisa mencatat hal-hal tersebut mulai dari kapan terjadinya perubahan mood, makanan apa saja yang kita konsumsi, gejala-gejala apa yang disampaikan oleh tubuh, dan sebagainya. Kemudian cobalah menemukan strategi utnuk menghadapinya, bila perlu tanyakan kepada orang yang lebih ahli. Mudah-mudahan kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dalam bertindak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s