Play Victim and the Annoying Guilt Trap

“Your happiness is not my responsibilty, and mine also, it is not yours”
Begitulah bunyi tweet yang saya tulis beberapa waktu lalu. Tweet itu bukan sedekar quote yang saya contek dari majalah atau film seperti yang biasa saya lakukan. Tweet itu adalah sebuah nilai yang ditanamkan oleh kakak perempuan saya sedari saya remaja.

Sadar atau tidak, seseorang sering sekali menaruh kebahagiaannya di tangan orang lain, sehingga ketika orang tersebut melakukan sesuatu yang tidak sesuai harapannya, dia menjadi kecewa yang berkepanjangan. Sebagai contoh dalam sebuah hubungan, baik itu persahabatan, percintaan, maupun keluarga, seseorang menaruh harapan akan “apa yang seharusnya kamu lakukan sama aku!” atau “apa yang seharusnya tidak kamu lakukan sama aku!”

Saya mempunyai pengalaman pribadi dimana saya pernah mendapat cap sebagai “teman yang kurang berempati” karena tidak bisa mendengarkan seorang teman yang sedang bersedih dengan 100% perhatian jiwa dan raga. Ok, saya mengerti bahwa sewaktu itu dia sedang bersedih, tapi apa dia tau kalau saya juga punya lompatan-lompatan pikiran mengenai permasalahan dan dinamika saya sendiri? Saya tidak punya maksud untuk terlihat “meremehkan” atau “tidak berempati”, saya tidak sengaja melakukannya, dan kejadian saya “oleng” -atau “tidak fokus” itu hanya berlangsung sekian detik, tapi yang terjadi adalah saya disalahkan, kemudian diceritakanlah perbuatan saya kepada orang lain itu seakan-akan saya adalah penjahat nomor satu di dunia karena tidak memiliki empati yang cukup memadai sebagai calon psikolog. Cut!

Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain yang “tidak cukup baik” tersebut, terkadang dia akan memposisikan dirinya sebagai korban. Nah, itulah yang saya maksud sebagai “play victim”. Bertindak dan berperan sebagai korban yang pantas untuk mendapatkan simpati orang lain. Dan kemudian tanpa sadar, dengan berperan sebagai korban, orang tersebut memasang”guilt trap” untuk orang lain, yaitu suatu perasaan bersalah bahwa kamu tidak cukup baik dan tidak melakukan yang terbaik. Wow!

Tulisan saya ini mungkin salah satu contoh dari play victim saya sendiri, bahwa saya pernah menjadi korban dari seseorang yang melakukan play victim! hahaha *muter*. Hanya saja, saya mencoba menuliskannya untuk melihat sudut pandang yang lain dari sebuah perbuatan yang tanpa sadar sering kita lakukan. Bahwa alih-alih berpikir dari sudut pandang orang lain atau refleksi melihat ke dalam diri, menyalahkan orang yang menurut kita “kurang baik sebagai manusia” menjadi pilihan yang lebih menyenangkan.

Yup, balik lagi ke quote yang saya tulis di atas, saya berharap saya selalu bisa mengingat hal tersebut. Bahwa sebenarnya kebahagiaan saya memang bukan merupakan tanggung jawab orang lain, sehingga kalau ada yang memang “kurang memenuhi standar sebagai teman/pacar/keluarga yang baik” bagi saya, saya bisa lebih ikhlas daripada sibuk menyalahkan orang lain sebagai kompensasi dari “unfinished business” saya sendiri.

Begitu pula sebaliknya, ketika ada orang yang memang bersikap baik terhadap saya, baik itu teman/pacar/keluarga, saya bisa dengan ikhlas juga untuk mengucapkan terima kasih. Karena kebahagiaan saya bukanlah tanggung jawabnya, jadi kalau dia membahagiakan saya, saya semestinya bilang “terima kasih”, Betul? 😉

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. newtha says:

    i’m trapped inside my own feeling..would you please help me to get out and happy?*itu termasuk menggantungkan kebahagiaan kita ke orang lain ya meld?

    Like

  2. yup,, you’ve control to yourself.you’ve choices. If you trapped, you had choices to get out, or stay and enjoy the trapping.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s