Takut..?

“You are at peace, because you know it’s ok to be afraid.” – Mulan

Takut.


Salah satu jenis emosi yang dikaruniakan Sang Pencipta untuk kita. Suatu jenis emosi yang sering kali diberi label “emosi negatif” oleh manusia. Emosi yang ketika dia datang menghampiri, sering kali kita menjadi kalang kabut dibuatnya.

Saya adalah insan yang sering kali dianugerahi rasa takut oleh-Nya. Entah karena mungkin saya emang pada dasarnya penakut dalam beberapa hal. Saya bukan jenis orang yang penakut sama hewan tertentu, atau takut sama ketinggian tertentu, atau takut sama makhluk tertentu. Saya adalah jenis manusia yang sering kali takut dengan apa yang akan saya hadapi besok.

Sebagai contoh ketika saya memotong rambut saya menjadi pendek sekali sebelum saya mudik lebaran kemarin. Saya kemudian memiliki suatu jenis kecemasan di dalam diri saya bahwa saya akan dimarahi oleh orang rumah karena memotong rambut saya. Kecemasan yang sempat membuat kata-kata “kena marah ga ya ntar?” atau “reaksi orang rumah gimana ya?” terus menerus menari di benak saya. Sampai satu titik saya memutuskan untuk menerima, “ya sudahlah, kalau nanti dimarahin, paling nyengir.”

Dan yang terjadi adalah, ketakutan saya itu tidak terjadi. Tidak ada yang memarahi atau bereaksi aneh ketika melihat rambut pendek saya, yang ada malah suatu respon “Wah enak banget Dek rambutnya pendek, dingin ya? Jadi pengen ikutan potong..”

See? Ketakutan saya tidak terjadi.

Beberapa hari ini ada satu kejadian menarik. Saya mengalami suatu hal yang selama ini saya takutkan. Saya sudah terbayang atas peristiwa ini sejak lama, bahwa mungkin hari yang saya takutkan ini akan terjadi. Saya selama ini selalu membayangkan bahwa ketika hari itu datang mungkin saya akan menangis, jatuh, merintih atau apalah kata-kata yang pas untuk menggambarkan reaksi saya di dalam benak saya.

Saya benar-benar tidak menyangka, ketika hal itu benar-benar kejadian, saya ternyata baik-baik saja. Reaksi yang saya rasakan tetap ada rasa sedihnya, tapi lebih banyak bingungnya. “Koq sedihnya ga sedih banget seperti bayangan saya ya?”

Entah ini mekanisme pertahanan diri saya, yang dipenuhi dengan berbagai rasionalisasi, atau dinamika apa yang terjadi pada diri saya, saya belum mengerti. Seperti terjadi semacam ‘self-talk’, “Yup, mungkin ini defense. Tapi, kalaupun defense juga tidak apa kan? Toh dia hadir untuk menyelamatkan dirimu…” dan sebelum semakin bingung, saya memutuskan untuk berhenti menganalisis dan memutuskan untuk menerima semuanya.

Sebuah pencerahan kemarin saya dapatkan dari seorang sahabat saya. Bahwa sebenarnya, mungkin, rasa takut yang selama ini saya rasakan, yang kemudian saya sadari, yang menyelamatkan saya sekarang. Rasa takut itu seperti membuat saya waspada dan sibuk mencari cara untuk menyelamatkan diri saya. Dia mengibaratkan rasa takut itu seperti suntikan kekebalan yang terus saya masukkan ke dalam diri saya, sehingga dengan rasa takut yang terus bersama itu, tanpa sadar saya menjadi lebih kuat.

Saya bersyukur sekali dengan Sang Pemberi karena Dia telah memberikan saya rasa takut itu. Rasa yang selama ini sering saya tolak, karena saya pikir ga enak rasanya, tapi ternyata datang untuk menyelamatkan saya.

Hidup kadang memiliki misteri yang tidak kita pahami, apa maksudnya, apa tujuannya. Di tengah menghadapinya, terkadang kita mengalami berbagai macam pergulatan emosi. Ada yang menyenangkan, ada juga yang tidak, bahkan membuat terpuruk, sakit, atapun jatuh.

Rasakan. Ikutin iramanya. Seperti matahari yang tidak pernah memaksa untuk selalu bersinar, dan bulan pun yang tak selalu ingin menjadi purnama. Tugas manusia hanyalah melakukan yang terbaik. Menulis yang terbaik dalam buku kehidupannya.

Terima saja, karena semuanya indah jika memang pada waktunya.

4 Comments Add yours

  1. Ketakutan yang muncul itu ada bersumber dari pikiran kita…”kalimat2 ini yang selalu mbak ucapkan di diri mbak” Akan tetapi anugerah rasa takut ini dari sang Maha Pencipta juga memiliki hikmah…Dan yang selalu mbak lakukan adalah memupuk rasa takut padaNya sehingga menjadi alarm dalam setiap langkahku menghindari ketidaksukaaNya dalam meraih cintaNya…:)

    Like

  2. @sanni: hey unni… makasih :)@wulan: hey mbak wul… betul sekali! kadang2 dgn rasa takut itu lah yg bikin kita takut utk melampaui batas 🙂

    Like

  3. room209 says:

    Takut kan sebenernya bagian dari mekanisme pertahanan diri. Yang kemudian bikin kita mempertimbangkan reaksi FIGHT or FLIGHT. Kalo yang kamu pilih setiap takut adalah FIGHT ya pasti hasilnya upskilling. Tapi kalo yang dipilih adalah FLIGHT, jelas, hasilnya stagnan. Stay there, shield with the fear itself.Kalo pada akhirnya kamu jadi kuat, itu bukti kalo kamu udah berhasil ngalahin rasa takutmu. Congrats! 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s