Domino Pertama

Ubud, 2:27 WITA, 10 September 2011

Tadi pagi saya masih di Yogyakarta, bangun dengan malasnya, mandi dan melanjutkan rutinitas untuk bertugas di puskesmas. Sudah terpikir bahwa nanti malam saya akan pergi ke Bali, karena memang sebelumnya sudah ada rencana untuk mengikuti suatu pelatihan psikologi transpersonal yang biasa saya ikuti sebelumnya. Hanya saja, saya benar-benar tidak menyangka, bahwa pada saat ini saya sedang berada di salah satu tempat terindah di dunia.

Berlebihan? Mungkin.

Masih banyak tempat yang indah lainnya yang mungkin belum sempat saya jelajahi. Tapi, hal yang membuat saya merasa keindahan tempat ini menjadi begitu berlipat adalah mengingat perjuangan saya ke sini. Bagaimana Tuhan sedemikian rupa dengan skenario-Nya mengatur saya untuk berada di sini sekarang.

[Kasur tidur tempat saya menulis tulisan ini]

[Handuk yang disusun rapi dan diberi bunga di atasnya]

[Kolam kecil di depan kamar]

Pertama-tama marilah saya menjelaskan tentang pelatihan psikologi transpersonal yang akan saya ikuti ini. Psikologi transpersonal adalah suatu perspektif yang cukup baru di dunia psikologi, dan ilmu ini belum terlalu dikenal di masyarakat sehingga untuk mengakses pengetahuan ilmu ini pun masih sedikit lebih sulit ditemukan dibanding pendekatan psikologi yang lainnya. Mungkin dalam kesempatan yang lain saya akan mencoba menjelaskan lebih detail mengenai perspektif ini, mudah-mudahan… :p

[Lokasi pelatihan, cat: pada akhirnya kursi ini tidak dipakai, tapi memakai matras dan bantal]

[Kolam di sekeliling gazebo tempat pelatihan]

Nah, karena keterbatasan informasi inilah yang membuat saya, yang ternyata sudah jatuh cinta duluan pada pendekatan ini, berusaha mencari sumber-sumber informasi dari tempat yang lain, termasuk ketika beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari 2011, salah seorang sahabat mengajak saya untuk mengikuti pelatihan psikologi transpersonal di kampus.

Pada awalnya saya ragu untuk bergabung, mengingat waktu itu adalah masa liburan, dan kakak perempuan saya berencana mau datang ke Yogya. Belum lagi ditambah dengan biaya pelatihan yang tidak murah membuat saya hampir mengurungkan niat saya untuk ikut di pelatihan tersebut.

Tapi entahlah, apakah mungkin sudah menjadi tabiat saya, saya orangnya cenderung spontan dan berprinsip “catch the moment!”. Dan hal tersebut membuat saya akhirnya memutuskan untuk bergabung mengikuti pelatihan.

Berkat kenekatan saya itu, saya dan sahabat saya akhirnya memperoleh ‘kehormatan’ untuk melanjutkan tongkat estafet di pelatihan berikutnya, karena sebenarnya pelatihan ini direncanakan untuk diadakan sebanyak 12x dalam 3 tahun.

Saya dan sahabat saya itu pun menjadi pengurus untuk dua pelatihan selanjutnya, dan berkat status sebagai ‘panitia’, maka kita berdua boleh mengikuti pelatihan secara gratis alias free! Lumayan banget kan?

Beruntungnya lagi, percaya atau tidak, saya hari ini, malam ini, saat ini, berada di tempat ini pun secara gratis! Ya ga gratis semuanya sih, tapi saya memperoleh subsidi yang cukup besar. Dari siapa? Dengan segala kerendahan hati, saya menyatakan bahwa ini semua dari Yang Maha Kuasa. 😉 Saya ga nyangka aja, kenekatan saya yang pertama, ketika saya bilang ‘join!’ hanya karena mikir ‘Catch the moment!’ ternyata masih memiliki domino effect yang cukup besar sampai sekarang, dan alhamdulillah effect-nya juga ke hal-hal yang baik.

Ya, kesempatan emang ga pernah datang dua kali. Andai waktu itu saya menolak dan ga mengambil kesempatan itu, mungkin sekarang saya ga di sini. Tapi saya juga percaya sih, jikalaupun waktu itu saya menolak untuk ikut pelatihan, saya mungkin juga akan memiliki pengalaman lain yang ga kalah indahnya. Yang penting apapun itu, kamu selalu ikutin kata hati kamu dan pandai-pandailah membaca tanda-Nya.

Karena saya percaya, meskipun kesempatan ga datang dua kali, tapi kesempatan-kesempatan lain akan selalu hadir, but make sure that you didn’t miss the good one!

Apapun itu, ya saya bersyukur banget sama Allah karena Dia terlalu baik sama saya, dan saya mau bobo nyenyak dulu malam ini, besok cerita-cerita lagi ya.

Selamat malam semua!
Kecup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s