Chemistry of Love


Mumpung masih dalam suasana lebaran, pertama-tama saya ingin mengucapkan:

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H”, Mohon maaf lahir dan batin, dan semoga kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya. Amin.”

Ok, sudah sekian lama ga nge-blog. Entah alasan apa lagi yang bisa diterima oleh nalar, sibuklah, gara-gara twitter-lah, ga ada ide-lah, atau apapun bentuk “defense” saya itu, saya cukup merasa senang karena akhirnya hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini, saya kembali duduk di depan laptop dengan jari yang menari-nari, menumpahkan apa yang ada di dalam labirin otak saya.

Banyak hal yang terjadi sebelum ini, dari terakhir saya posting di blog mengenai info kegiatan kampus saya (yang pada akhirnya saya hapus) yang berkaitan dengan Kunming Fund-Rising, kehidupan cinta saya yang seperti cerita sinetron, kegiatan PKP (Praktek Kerja Profesi) yang tidak saya sangka menguras waktu, fisik, sekaligus emosi, pengalaman berharga sewaktu akhirnya atas izin Allah, kami, keluarga besar Fakultas Psikologi UGM, mengikuti Asian Association of Social Psychology Conference (AASP) di Kunming, China, dan banyak keajaiban-keajaiban lain yang Tuhan berikan kepada saya.

Dari sekian banyak topik yang ada di atas yang dapat saya ceritakan kepada Sahabat sekalian, saya memilih satu topik yang sedikit out of the box, KIMIA! Hahahaha Maksud saya, chemistry.

Chemistry yang saya maksud disini, sesuai dengan judul posting saya kali ini, adalah love chemistry. Ok, siap dengan penjelasan ilmiah-nya? Here we go!

Banyak sekali reaksi kimia yang terjadi dalam diri seseorang ketika mereka sedang merasakan jatuh cinta. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang jatuh cinta, maka akan terjadi beberapa reaksi fisik seperti jantung yang berdetak lebih kencang, atau tangan yang berkeringat dingin. Hal tersebut disebabkan oleh dopamine, norepinephrine dan phenylethylamine yang dilepaskan di dalam tubuh. Dopamine sering kali dianggap sebagai zat kimia yang memproduksi rasa bahagia, sedangkan Norepinephrine lebih mirip dengan adrenaline yang menyebabkan detak jantung yang lebih kencang dan perasaan yang meluap-luap (excitement).

Helen Fisher, seorang antropologis dari Rutgers University menyatakan bahwa kedua reaksi kimia diatas menyebabkan energi yang lebih banyak, kesulitan tidur, perasaan mengidam-idamkan, kehilangan nafsu makan dan sulit memfokuskan perhatian.



Gambar di atas menunjukkan suatu peningkatan peredaran darah yang terjadi di otak ketika seseorang mengalami suatu reaksi kimia cinta yang kemudian menyebabkan suatu euforia, craving dan kecanduan. Tingkat dopamine yang tinggi yang juga berhubungan dengan norepinepherine, menyebabkan perilaku-perilaku seperti hiperaktif, kesulitan tidur, sulit berkonstrasi, dan perilaku yang hanya berfokus pada hasil.

Peneliti dari University College London juga menemukan bahwa ketika orang sudah jatuh cinta, mereka akan mengalami penurunan tingkat serotonin yang ternyata juga dialami oleh orang dengan gangguan obsessive-compulsive, sehingga dapat dijelaskan mengapa orang yang jatuh cinta biasanya memiliki sifat obsessive terhadap pasangan mereka.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik saya ketika saya mengikuti forum “marriage” di konferensi AASP di Kunming kemarin. Jadi ceritanya, ada suatu biro jodoh terbesar di China yang sudah berhasil ‘menjodohkan’ banyak pasangan. Dan mereka kemudian berusaha meneliti, kapankah love chemistry ini bisa muncul? Apakah pada saat pandangan pertama, atau seminggu kemudian, atau setelah tiga bulan kenal, atau kapan?

Ternyata jawabannya adalah..”Nobody knows!” Tidak ada yang tahu. Love chemistry itu terjadi begitu saja. Seperti sulap. Klik. And it just happened.

Ga bisa direncanain, ga bisa ditarget, ga bisa diprediksi. Ada yang berusaha saling kenal bertahun-tahun, tapi ga klik juga. Ada yang baru kenal beberapa hari, tapi sudah klik. Sampai pada akhirnya, narasumber di konferensi itu menyatakan bahwa ternyata love chemistry itu sepenuhnya rahasia Tuhan. Ya, rahasia Tuhan. 🙂

Referensi:

http://people.howstuffworks.com/love6.htm

2 Comments Add yours

  1. your heart says:

    nice…:) maaf lahir batin ya..:)

    Like

  2. room209 says:

    Pernah baca, ada penelitian yang menyimpulkan kalo love chemistry muncul setelah 7 ato berapa detik pertama seorang wanita melihat pria yang menarik baginya. Karna ada beberapa hal yang dievaluasi oleh wanita saat bertemu dengan seorang pria. Tapi tadi kucari2 lagi linknya ga ketemu. Gini deh kalo nyuri2 browsing2 di kantor. Linknya lupa ga dibookmark.. :))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s