Hadiah

Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata “hadiah”? Kalau saya pribadi akan langsung mempersepsi bahwa hadiah itu adalah sesuatu yang dimasukkan ke dalam kotak, dibungkus dengan rapi, lalu diberi pita di atasnya, dan diberikan kepada seseorang dengan kasih sayang.

Lalu seiring pemikiran yang makin berproses setiap hari, saya menyadari bahwa hadiah bukan hanya sebuah benda yang berbungkus rapi tersebut. Semua yang kita miliki sekarang, disadari atau tidak, merupakan hadiah. Orang tua, teman, saudara, pekerjaan, kesehatan, bahkan helaan nafas pun adalah hadiah dari-Nya.

Meskipun begitu, saya tetap menyukai konsep hadiah klasik, yaitu sebuah barang, apapun itu, yang diberikan kepada seseorang sebagai bentuk rasa sayang atau perhatian.

Saya termasuk orang yang suka dikasih hadiah. *yaiyalah, sapa juga yang ga suka? hehehe* Dan saya juga merasa klo saya adalah orang yang suka memberi hadiah. Saya suka memberikan perhatian-perhatian kecil buat orang yang saya sayangi.

Contoh kecilnya aja, temen saya suka makan rujak, nah kalau lewat tempat jual rujak, saya beli tu rujak, terus saya anterin ke kosnya dia. Hadiah kecil sih, dan ga mahal juga. Tapi saya hanya ingin temen saya tau kalo saya perhatian dan sayang sama dia. Kadang-kadang, hadiah juga bentuk rasa terima kasih saya karena (misalnya) dia sudah bantuin saya bikin tugas.

Saya suka melihat ekspresi orang yang saya beri hadiah. Saya suka ketika saya sudah membuat orang lain senang. Dan saya juga suka kalau saya senang karena diberi hadiah sama orang lain. *mbulet* hehehe

Pernah juga ketika saya lagi jalan-jalan, tiba-tiba saya melihat selimut bergambar princess yang lucu. Saya beli selimut itu, dan saya kirim buat keponakan saya yang umurnya 8 tahun. Besoknya saya dapat SMS: “Tante, makasih ya sudah give selimut.”

Satu kalimat. Sangat sederhana. Dan membuat saya bahagia. Ya, saya bahagia karena saya merasa sudah berhasil membuat orang yang saya sayangi merasa senang.

Pernah suatu ketika saya diberi kejutan hadiah oleh seorang sahabat. Hari itu hujan, saya les sampai malam hari. Sepulang les, saya menemukan sebuah make-up case berwarna oranye dengan gambar Menara Eiffel, sebatang coklat dan sebuah kartu bertuliskan: “Kejarlah mimpimu karena kamu special!”. Kejutan!

Hari ini saya kembali mendapat kejutan dari seseorang. Saya diberi sebuah buku yang sebenarnya saya request sih dari dia, tapi saya ga tau kalau dia mau ngasih buku itu hari ini sehingga tetap aja saya merasa mendapat kejutan.

Saya suka rasa yang ditimbulkan ketika memperoleh hadiah. Perasaan disayangi, dihargai, diperhatikan.

Ya, ada baiknya kita membudayakan budaya saling memberi hadiah, bukan hanya pada saat hari-hari tertentu, tapi bisa dilakukan setiap saat. Karena setiap hari adalah spesial.

“Today is a gift, that’s why it is called the present.”

4 Comments Add yours

  1. Brama says:

    “Today is a gift, that’s why it is called the present.” Kungfu Panda ! :DTulisan yang bagus ! likey !

    Like

  2. melduds says:

    @Brama: yup.. Mr. Oogway said that… Thx Bram!

    Like

  3. saya juga suka hadiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh.. hehe! nice post mel, kayaknya saya juga sepertimu deh.. ;D

    Like

  4. melduds says:

    hehehehehe makasih neng.. aku juga selalu suka postinganmu.. *peluk*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s