Jika Nanti…

“Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini…”

Kalimat di atas adalah bunyi status BBM sahabat saya. Tidak tau harus sedih apa seneng waktu membaca kalimat itu.

Ada pertemuan, ada perpisahan. C’est la vie. Inilah hidup. Itulah yang sering diucapkan orang-orang atau mungkin diri kita sendiri ketika melewati suatu fase di dalam kehidupan kita. Tapi entah kenapa ketika itu kita yang mengalami sendiri rasanya…mencelos.

Sekitar dua hari yang lalu, saya mendapat tweet dari sahabat saya yang lain, isinya semacam berpamitan karena ia mau meninggalkan Jogja karena sudah lulus kuliah dan coass. Ketika saya mendapat tweet tersebut, entah kenapa saya sedih.

Saya tinggal di Jogja sudah lebih dari lima tahun. Selama saya di sini, saya bertemu dengan banyak orang. Mengenal mereka. Ada yang lama, ada yang sebentar. Kondisi yang jauh dari keluarga membuat saya menyayangi teman-teman saya di sini, karena mereka adalah keluarga saya di sini.

Saya menyadari bahwa sebenarnya saya tidak menyukai perpisahan. Saya merasa sangat sedih ketika ditinggalkan oleh kakak saya di tahun ketiga saya kuliah karena dia sudah menyelesaikan S2-nya. Saya juga merasa sangat kehilangan, ketika sahabat terdekat saya pergi ke Jakarta karena sudah selesai kuliah dan diterima kerja di salah satu perusahaan TV swasta sewaktu itu.

Saya tidak suka perpisahan.

Tapi hidup ternyata bukanlah tentang suka atau tidak suka. Hidup itu tentang pembelajaran. Mungkin di balik yang saya tidak suka itu, mendatangkan banyak sekali kebaikan untuk saya. Saya jadi belajar buat melepaskan, merelakan, mengikhlaskan. Saya juga semakin diingatkan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Dan ketika saya belajar, artinya saya mau naik tingkat. Menjadi orang yang lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih bijak dalam menyingkapi sesuatu hal.

*sigh*

Jujur, sekarang saya merasa sedih. 🙂

Untuk mengurangi rasa sedih saya, maka izinkanlah saya untuk bercerita tentang orang-orang yang sudah menjadi trigger rasa sedih saya malam ini. Mereka adalah sahabat-sahabat saya yang kuliah di FKG UGM.

Saya mengenal mereka pertama kali di suatu kastil yang dijaga ketat oleh seorang Ibu Suri dan beberapa penjaga, alias saya mengenal mereka di suatu kos-kosan dengan ibu kos yang bawel banget. Tapi karena kebawelan sang ibu lah yang menyebabkan kita semakin dekat satu sama lain, soalnya merasa satu rasa, satu perjuangan. Kita sama-sama memperjuangkan hak bersuara dan berpendapat, yang ternyata sangat susah untuk diraih dan tidak saya dapatkan sampai saya keluar dari kos-kosan tersebut.

Saya lupa kapan pertama kali saya dekat dengan mereka, tapi pada akhirnya jadi sering main bareng. Mulai dari pergi makan bareng, nonton bioskop bareng, nonton DVD bareng, nonton bola bareng, belanja bareng, sampai saya pernah ikut mereka kondangan satu rombongan bersama teman-teman kampus mereka yang lain.

Mereka juga berperan sebagai dokter gigi pribadi saya dan menjadi tempat konsultasi gratis saya mengenai masalah gigi. Dalam kasus-kasus emergency, mereka juga berperan sebagai psikolog pribadi alias tempat saya curhat dan ngeluarin uneg-uneg. Dari mulai cerita masalah urusan kuliah, kesel sama penjaga kos, sedih karena musuhan sama temen, dan juga cerita tentang cowok. Biasalah, kita kan ABG… *kabuuur* 😀

Sekarang, setelah hampir tujuh tahun di Jogja, mereka sudah resmi disumpah menjadi dokter gigi dan dapat membubuhkan gelar drg. di depan nama mereka masing-masing. Saya yang melihat perjuangan mereka selama coass, selama masih tinggal di kos-kosan, juga ikut merasakan haru sewaktu mendengar kabar mereka disumpah. Apalagi pada saat mereka disumpah, saya sedang sibuk-sibuknya kuliah. Saya jadi membayangkan nanti kalau saya disumpah profesi psikolog, pasti rasanya haru banget. Rasanya perjuangan selama ini memang tidak sia-sia. Karena memang tidak ada sesuatu yang sia-sia, Kan? Selalu ada pembelajaran dan hikmah di sana.

So, buat sahabat-sahabatku, para dokter gigi yang cantik-cantik —Bayi, Nanan, Athaterima kasih buat semuanya, buat jadi sahabat yang baik selama ini, menjadi teman berbagi, menjadi keluarga satu rumah denganku. Dan sekali lagi selamat ya sudah meraih cita-cita kalian. Perjalanan di luar masih panjang, tapi insyaAllah doaku selalu bersama kalian. Amin.

PS: Sampai jumpa di acara kondangan masing-masing ya… :p

10 Comments Add yours

  1. waaah punya tmn dokter gigi cantik to?? knalin dun meld biar bisa peiksa gratis 😀

    Like

  2. Nanan says:

    huaaaa…. emel… aku yang tadinya (sok) baik2 aja sampe kamu pulang, mulai berkutat dengan kardus dan lakban, packing satu demi satu, ehhh baca post ini langsung mewek dengan suksesnyaaa.. T.Tbener2 deh, bertemu dan berteman dengan Emeldah “Dudud” Suwandi adalah salah satu best gift dari Allah selama tinggal di kota yang memorable ini :’)insyaallah yang tadi bukan perpisahan.. :)maaf yah mel kalau selama ini banyak2 salah kata, salah paham, salah tindakan, salah semuamuanya… sure, i’ll really really really miss you..

    Like

  3. Nanan says:

    huaaaa…. emel…aku yang tadinya (sok) baik2 aja sampe kamu pulang, mulai berkutat dengan kardus dan lakban, packing satu demi satu, ehhh baca post ini langsung mewek dengan suksesnyaaa.. T.Tbener2 deh, bertemu dan berteman dengan Emeldah “Dudud” Suwandi adalah salah satu best gift dari Allah selama tinggal di kota yang memorable ini :’)insyaallah yang tadi bukan perpisahan.. maaf yah mel kalau selama ini banyak2 salah kata, salah paham, salah tindakan, salah semuamuanya…sure, i’ll really really really miss you..

    Like

  4. Rima Rahayu says:

    (????^????) Great one Dud,I can feel the ‘vibe’ of this blog.I miss u dear, ure d best.Always have and always will.

    Like

  5. Emeldah says:

    @Brader: Kenapa cemberut Bro? Sedih ya… Hahaha *puk puk puk*@Arif: Dokter giginya udah punya pacar semua,,, eh, ada yg masih jomblo satu dink! ;p@Nanan: Huhuhu aku udah sedih beberapa hari sebelumnya tauk! Klo yg ditinggalin kan lebih sedih. Untung udah ga di kos madam lg, klo ga pasti lbh sedih.. :”)@Rima: Yeah, because I hate when somebody left me. Like u did before >.< Btw, Really miss u Kak, really. No body understands me like you do.

    Like

  6. atha says:

    emelll,,sampe td mlm aq masi ngasih tw temen2 smp ku nama kalian satu persatu,,pas giliran namamu yang itu emel,,emeldaH pke -H kaya asmirandaH,,hehehepasti aq bakal sering cerita ttg kmu ke temen2ku yang lain,,trus pasti mereka iri sm aq kna aq punya temen kaya kmu,,yang mw dibajak kasurnya gara2 aq takut tidur sendiri,,yang mw “maksa”in aq les prancis,,yang mau beli dvd banyak biar bisa aq pinjem *kadang2 aq ilangin juga,,kekekeyang mw pulang subuh ntn bola bareng,,so many stories,,insyaallah kita ketemu lagi mel,entah di jalan waktu kita sama2 mw brkt praktek,ato di palygroup waktu kita nganterin anak ato di paris waktu kita sekolah lagi,,love u dear,,really do

    Like

  7. Emeldah says:

    @Atha: Sayaaaanggg…. Aku Mewek baca tulisanmu.. I’m so speechless… Lanjutin dalam doa aja ya… Soalnya ga tau mau bales apa lagi, huhuhu

    Like

  8. daniel says:

    kamu sering ngomong aku adalah sahabt cowok terbaik kesekian setelah you know who.. haha!in fact, aku ga terlalu memusingkan angka. sahabat adalah sahabat. kesediaanmu mendengarkan cerita ku dan optimisme menjalani apa yg di depanmu yg membuatmu bersahabat. walopun kamu sering lammaaa bgt bls sms, tp kamu sahabat yang oke kok dud.. 😀 😀

    Like

  9. melduds says:

    @Daniel: You know who? who is it? :p makasih ya pujiannya, meskipun aku udah tau sebelumnya :))

    Like

  10. daniel says:

    kayanya aku uda melewati dia ya sekarang? 😀 :Dtentu saja kamu udah tau walopun gak kubilang, tapi ya kadang kata2 penting kan.. hehe!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s