Pembelajaran Kuliah, Episode 1.

Apa cita-cita kamu sewaktu kecil?

Polisi? Dokter? Insinyur? Guru?

Kalau kamu bertanya pada saya sewaktu saya masih SD, maka jawabannya adalah arsitek.  Kalau kamu bertanya sewaktu saya SMP, maka jawabannya adalah “ga tau!” (maklum, waktu itu masih ababil!).  Dan kalau kamu bertanya sewaktu saya SMA, maka saya akan menjawab dengan lantang, saya ingin jadi seorang sutradara!

Ga pernah terpikirkan sebelumnya saya akan menjadi seorang psikolog (amiiiin), dan apalagi harus berkutat dengan ilmu kejiwaan ini di tengah malam di kota Jogja demi menuntut ilmu di suatu institusi bernama UGM, program magister profesi psikologi.

Pertama kali saya kenalan dengan ilmu psikologi adalah sewaktu saya SMA.  Maklum, dulu ilmu ini belum begitu populer.  Belum se-esksis ilmu fisika, kimia, biologi, geografi, sosiologi dan sebagainya.  Dan sewaktu saya tau tentang definisi ilmu ini, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan bla bla bla, saya juga sama sekali ga berpikir akan terjun ke bidang ini.

Ada beberapa alasan yang membuat saya belum terpikir ke arah sana.  Yang pertama, karena ilmu psikologi ini masih sangat asing bagi saya.  Yang kedua, adanya ketakutan dalam diri saya untuk mempelajari ilmu ini.  Kenapa takut? Saya takut “gangguan-gangguan” yang saya ada dalam jiwa saya bisa terditeksi ketika saya memperdalam ilmu ini, dan bagi saya waktu itu, itu sangatlah menyeramkan. Hiiii…

Tapi yang namanya jodoh emang ga akan kemana.  Sempat menyicip rasanya kuliah di Fakultas Ekonomi, saya berpindah haluan untuk mempelajari ilmu ini lebih dalam.

Awal-awal masuk kuliah, perasaan takut akan “ketauan aslinya” ini masih ada.  Tapi nasi udah jadi bubur, dan saya emang udah kecebur, ga ada pilihan lagi untuk mundur.  Saya melanjutkan studi saya sehingga pada akhirnya saya benar-benar jatuh cinta dengan suatu dunia yang sangat indah bernama psikologi. 🙂

Tadi sewaktu kuliah, saya memperoleh pelajaran yang mengingatkan saya pada ketakutan masa lalu saya ini.  Bahwa kita sebagai manusia memang mempunyai kekurangan.  Yang bisa seseorang lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah segera mengenali kekurangan diri.  Pengenalan diri ini bukan perkara gampang, karena terkadang seseorang bertindak secara ga sadar, atau mungkin merasa malas mikir untuk lebih mengenal dirinya sendiri.  Padahal, perasaan kenal dan tau tentang diri seseorang itu menyenangkan lho.  Coba dimulai dengan lebih kenalan sama diri sendiri.

Setelah kita mengenali diri, yang bisa seseorang lakukan adalah menerima kekurangan tersebut.  Nah, ini perkara yang lebih sulit.  Terkadang, kita punya banyak sekali alasan untuk menutupi atau tidak mau mengakui kekurangan diri.  Kalau katanya Sigmund Freud, itu dinamakan “mekanisme pertahanan ego”.

Setelah dikenali dan diterima, maka seseorang sampai ke tahapan berikutnya, yaitu memodifikasi kekurangan diri.  Yah, memang kita punya kekurangan.  Tapi, ga usah malu sama kekurangan diri tersebut.  Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki/mengakali kekurangan tersebut.  Kalau kesulitan memperbaiki sendiri, minta bantuan orang lain untuk membantu memperbaikinya.  Nah, itulah gunanya psikolog. *promosi* Hahaha

Tenang, punya sedikit ketidaknormalan itu malah membuat kita semakin manusia Teman.  Jadi mulai sekarang, cobalah untuk berdamai dengan diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tetap semangat menjalani hari, untuk dunia yang lebih baik!

2 Comments Add yours

  1. Fickry says:

    kayak sudah pernah membaca bahasan ini di sebuah email. :))))

    Like

  2. Emeldah says:

    hahaha dan email itulah yang memberikanku ide untuk memposting inti dan hikmahnya ke dalam blog Fik 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s