Selamat datang di Psikologi

Somebody: “Kuliah di mana Mbak?”

Saya: “Psikologi…”

Somebody: “Wah, bisa baca orang donk…”

Saya: *Errrrrrrr*

Begitulah sebagian besar reaksi orang ketika mendengar bahwa saya kuliah di Fakultas Psikologi.  Rada sebel sih dengernya, apalagi kalau ditambah dengan reaksi “coba tebak kepribadian saya gimana?”.  Maaf ya Mas/Mbak, saya bukan dukun (_ _”).

Sudah dua minggu ini saya memulai perkuliahan saya di program magister profesi psikologi UGM.  Saya begitu mencintai ilmu ini.  Bagi saya, psikologi merupakan ilmu yang sangat menarik.  Cita-cita saya adalah menjadi seorang psikolog.  Dan kecintaan saya pada ilmu inilah yang membuat saya meninggalkan perkuliahan saya di Fakultas Ekonomi dan berjuang habis-habisan agar bisa diterima di Fakultas Psikologi UGM.

Wilayah lulusan psikologi sangatlah luas.  Seorang lulusan psikologi bisa bekerja di bidang industri (HRD dan organizational development), teknik (rancangan produk), militer (terorisme), hukum (psikologi forensik), kesehatan (psikologi kesehatan), pendidikan, atau politik.  Hanya saja selama ini kebanyakan orang  berpikir bahwa psikologi hanya identik dengan alat-alat tes, ngurusin gaji karyawan, ataupun konseling.  Padahal, ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat luas dan kaya, yang berhubungan dengan hampir semua aktivitas kehidupan.

Saya ingin memperdalam pengetahuan saya di bidang ilmu ini (psikologi, khususnya psikologi klinis), sebagai disiplin ilmu utama yang saya kuasai. Dan kemudian, saya ingin mempelajari bidang ilmu  yang lain seperti ilmu IT, politik, dan penguasaan bahasa asing sebagai ilmu pendukungnya.  Doakan saya ya Teman! 😀

Perkuliahan saya dimulai dengan kegiatan outbound yang dirancang oleh fakultas dalam rangka mengakrabkan mahasiswa baru (kayak ospeknya S1) dan menanamkan nilai-nilai yang akan berguna untuk kita dalam menghadapi perkuliahan yang akan berlangsung.  Banyak pesan yang terkandung dalam outbound yang kita jalani kemarin.  Sesuai dengan tema outbound-nya: RESPECT.

R: Responsibility: Seorang psikolog haruslah merupakan pribadi yang bertanggung jawab, atas setiap perbuatan dan keputusan yang diambilnya.

E: Empathy: Seorang psikolog harus bisa berempati dengan sesama, memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain.

S: SelfConfidence: Seorang psikolog harus mempunyai rasa percaya diri yang besar.

P: Personal Integrity: Seorang psikolog harus mempunyai integritas, bekerja keras dan tidak mudah menyerah.

E: Ethic: Seorang psikolog harus memegang etika yang berlaku.

C: Competence: Seorang psikolog harus mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dimilikinya.

T: Trust: Seorang psikolog harus bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan mempercayai orang lain.

Setelah menjalani outbound selama tiga hari dua malam, kita memulai perkuliahan pada tanggal 11 Agustus.  Jujur, saya sangat menyukai kegiatan perkuliahan ini.  Selain belum terlalu sibuk (jadi masih bisa main sana, main sini), saya juga banyak kenal teman-teman baru plus me-recall kembali ingatan tentang materi perkuliahan S1 dulu.  Apalagi banyak kuliah yang bersifat memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Saya jadi ingat kata-kata yang diucapkan oleh Pak Dekan saya sewaktu kuliah penyambutan mahasiswa baru.  Beliau mengingatkan saya akan suatu kebanggaan  bisa (kembali) menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Psikologi UGM.  Bahwa kami diharapkan bisa menjadi pribadi yang sadar akan kemampuan diri dan percaya akan kemampuan diri tersebut.  Mempunyai evikasi diri yang tinggi.  Low profile and high quality.

Dan yang paling saya ingat adalah kalimat sambutan Beliau untuk kita:  “Selamat datang di dunia yang sangat indah bernama Psikologi…”

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. yoko says:

    mbak… terawang sy donk…sy cocok kerja di air ga ya?*kabur

    Like

  2. Emeldah says:

    @yoko: #jitakyoko@areef: wah jadi ilmu ekonomi tu mas! 😀

    Like

  3. bangkit says:

    pertanyaan yg paling menjengkelkan lagi : “mas,gimana caranya supaya lolos psikotes?”bhkan orang2 PIO juga mengalami hal seperti ini.. hehe..pikiran bukan buku,ga bisa dibaca… dan perusahaan juga punya kriteria sendiri untk karyawannya,ga selamanya perusahaan butuh orang yang bisa bekerja sama..jadi jawaban saya selalu adlh : istirahat cukup dan Jadi diri sendiri aja mas!. 🙂

    Like

  4. Emeldah says:

    hahaha iya,,, pertanyaan itu jg paling sering muncul,. Bahkan yg nyebelin ada yg minta copyan soal tes2… ampun dah!!

    Like

  5. bangkit says:

    haha… yg minta2 begituan pasti yang mau masuk PNS kan?:))

    Like

  6. Emeldah says:

    hahaha betul sekali!!! kiraen kita bank soal apa?? 😀

    Like

  7. bangkit says:

    harusnya mereka minta jawabannya,bukan soalnya.. :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s