Just Enjoy the Process

Masih cerita tentang sahabat saya..

 

*begini resiko lulusan Fak. Psikologi, belum bergelar psikolog pun, jasa konsultasinya udah dimanfaatkan dimana-mana, alhamdulillah ternyata saya masih dipercaya untuk membantu orang lain 🙂

 

Ceritanya ini, ada seorang sahabat saya yang baru aja putus dari pacarnya.  Ya, u know lah rasanya abis putus cinta. Kalau kata Anang, “separuh jiwaku pergi….” Jiaaahh…..

 

Beberapa minggu terakhir ini, saya bertindak sebagai “tong sampah”nya dia. Curhat-curhatan via sms/YM/BBM (sewaktu BB saya masih sehat wal-afiat) atau ngobrol di telpon. Maklum, sahabat saya ini berdomisili di luar kota.  Jadi, kita jarang banget bisa ketemu langsung.

 

Saya percaya dia orang yang kuat.  Tetapi yang namanya manusia, ada masa-masa dimana dia sedang lemah atau rapuh.  Nah, pada masa-masa itulah dia kembali curhat sama saya. Btw, btw, jadi ceritanya saya ban serep ya? Dipake klo lagi dibutuhin doang?! *plaaak!* hehehe

 

Beberapa hari yang lalu dia curhat kalau dia susaaah banget buat move on.  Masih suka kangen.  Masih suka buka-buka facebook sang mantan.  Dan parahnya, si mantan sendiri sepertinya sudah bisa bergerak maju.  Jadilah teman saya yang terlihat ‘kasihan’ sendiri.

 

Dan waktu dia sms itu pas banget, karena saya lagi baca bukunya Zara Zettira (Every Silent has a Story) yang quote-nya sudah saya tulis sebelumnya.  Jujur, saya suka banget sama buku ini.  Membacanya membuat saya ikut menggali ‘isi’ dalam diri saya. You should read it! Nah, di buku itu ada kata-kata yang bunyinya: “Ikuti irama alam.  Seperti matahari yang tidak pernah memaksa untuk menerangi malam, dan bulan yang tidak selalu ingin jadi purnama.”

 

Saya bilang sama dia, supaya dia nggak usah terlalu memaksakan diri untuk melupakan si mantan.  Just enjoy the process.  Bukan menikmati dengan berharap pada harapan yang nggak jelas, bukan.  Tapi menikmati proses melupakannya itu.  Bagaimana caranya? Dengan mengisi hari-hari kita dengan hal-hal yang berarti. Mencari kesibukan. Membuka mata kita, untuk melihat ke dunia baru yang selama ini luput dari pandangan.

 

Let him go. Lepaskan. Ikhlaskan.

 

Seperti membayangkan tubuh kita sedang yang sedang terjun payung.  Nikmati proses turun ke bawahnya.  Perlahan sambil melihat pemandangan di bawah, melihat kehidupan lain yang selama ini nggak kita sadari keberadaannya, sampai pada akhirnya kita mendarat dengan lembut sampai ke bawah. Menyenangkan Bukan?

 

Coba kalau kita nggak suka dengan proses itu dan nggak sabar pengen cepat-cepat semuanya berakhir.  Lalu dengan bodohnya, memaksakan diri turun ke bawah dengan memutus tali yang ada. Jatuh.  Terjun bebas. Wah, bisa wassalam. 🙂

 

Yah, kembali ke topik, hiduplah mengikuti irama alam.  Ada kalanya kita berlari, ada kalanya kita berjalan, dan ada kalanya kita harus berdiam.  Seperti matahari, yang ada masa dimana ia terbit, dan ada masa dimana ia terbenam. Just, enjoy the process.

 

Belajarlah untuk menikmati setiap proses yang terjadi.  Kalau kata Kotak, “Bila berat, pelan-pelan saja…” 🙂

 

NB: Makasih buat @dewisya untuk analogi “terjun payung” nya. It taught me a lot! 🙂

5 Comments Add yours

  1. Emeldah says:

    Hahaha langsung komen ya kamu :*

    Like

  2. hamba Alloh says:

    aku suka tulisan ini..

    Like

  3. cindy says:

    wah, analogi terjun payungnya bagus tuh. suka. ^ ^ah, jadi pengen baca buku every silent has a story itu. besok cari aah..

    Like

  4. sanni says:

    ya..benar bgt, seperti segumpal tanah liat jelek yg akan jadi cangkir yang cantik, ia harus di putar2, ditabokin, dipenyet2, dibakar, dilukis pake cat yg baunya bikin mual, dipanasin lagi…trruuus jadi deh cangkir yg cantik^^ mungkin itulah kehidupan kita ya dud^^ kita lg di tabokin[hatinya], dibakar[asmara/cemburu;p], dilukis[ dgn keimanan:) ] dll. semua itu supaya kita jadi CANTIK^_^

    Like

  5. Emeldah says:

    @Rodra: No surprise,, you’re smart Young Man! :p@areef: mahal mas pempek bikinan saya, enak soalnya,, :))@agung: thx Gung!@cindy: jgn beli, mahal.. pinjem aja. hehe@sanni: hahaha betul sekali Un, setuju sayah! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s