The Curious Case of Benjamin Button

Apakah teman-teman pernah menonton film yang satu ini? Film yang tahun lalu bersaing dengan Slumdog Millionaire di piala Oscar. Ini adalah salah satu film favorit saya. Bukan. Bukan karena Brad Pitt pemeran utamanya. Karna saya bukan termasuk wanita penggila Mr. Pitt, hanya saja jalan ceritanya yang unik menyebabkan saya jatuh cinta dengan film ini.

Film ini bercerita tentang seseorang yang bernama Benjamin, yang terlahir berbeda dengan orang lain pada umumnya. Bayangkan saja, sewaktu dia lahir, dia terlahir sebagai orang yang berusia 85 tahun. Dalam perjalanan hidupnya, ia menjadi bertambah muda, berbanding terbalik dengan orang biasa yang bertambah tua. Di kehidupannya yang unik ini, dia menemukan seorang wanita yang dicintainya yang bernama Daisy. Usia Benjamin dan Daisy tidak berbeda jauh. Dia bertemu Daisy ketika dia berusia kurang lebih 10 tahun (dan dia tampak seperti orang 70 tahunan, sedangkan Daisy masih terlihat sangat anak-anak). Adegan yang paling aku suka dari film ini adalah ketika Benjamin dan Daisy menemukan titik tengah dari usia mereka sehingga mereka tampak sebaya dan menikah. More?? klik disini. πŸ˜€

NB: Oh ya, ternyata film ini diadaptasi dari sebuh cerpen karya F. Scott Fitzgerald. Bagi yang ingin membaca cerpen aslinya, silakan klik disini.

9 Comments Add yours

  1. -alle- says:

    aku suka film ini.. satu paket, semuanya kusuka..ada quote menarik dari film ini:”Our lives are defined by opportunities, even the ones we miss”:D

    Like

  2. Emeldah says:

    Iya, tapi film ini sangat fiksi makanya mungkin ga ngalahin Slumdog di Oscar. Hehehe

    Like

  3. isma says:

    waaa mel..tentu saja saya juga sangat suka film ini..walopun kyknya panjang dan membosankan..emg unik ceritanya..setuju bgt..paling sedih pas dia jadi bayi.. :(oya thanks bwt info bukunya..baru tau.. πŸ˜‰

    Like

  4. Emeldah says:

    Hey you! Akhirnya datang juga.. HahaYup2 kembali kasih Met.. Buku apa ya emangnya? :p

    Like

  5. amalia gatrapraja says:

    betul bgt.. filmnya menarik.. tp sayang.. endingnya menyebalkan.. not happily ever after.. πŸ™‚

    Like

  6. Emeldah says:

    Emang gimana caranya bikin happy ending? Bahwa datang seorang peri.. Menyulap Benjamin mjd normal? πŸ˜€ tp menurutku ini happy ending lho Nak.. Sesaat sblm meninggal kan si bayi menatap daisy dgn penuh arti.. Dia inget sm Daisy. Hehe

    Like

  7. ForWest Inc. says:

    Ini film begitu saya tonton langsung masuk urutan 10 besar “my the best movie”.Dan karena film ni jg, nama Bratt Pitt masuk dalam 5 besar “the best actor” ku…Menurut saya, sepertinya lebih cocok Benjamin Button yang mendapatkan film terbaik Oscar daripada hmm hmmm apa itu hmm, oh ya Slumdog?Sangat menginspirasi, haa’

    Like

  8. Emeldah says:

    menurutku sih klo menang oscar.. lebih bagus slumdog Ngam.. lebih real. lbh mengangkat nilai2 sosial disana. πŸ˜€

    Like

  9. ForWest Inc. says:

    Hmm Slumdog keren juga sih, saya bisa sampai meneteskan air mata ketika melihat kisahnya (ssstt jangan bilang2 yo) hahaha πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s